logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Jadwal Misa

Harian:
Senin-Sabtu 05.30 WIB (online)
Mingguan:
Sabtu sore 17.30 WIB
Minggu pagi 1 06.00 WIB
Minggu pagi 2 08.30 WIB (online)
Minggu sore 17.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

“Aku berkata kepadamu, jangan sekali-kali bersumpah.”(14 Juni 2014)

Screen Shot 2014-06-14 at 8.40.18 AMMat. 5:33-37
33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. 34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, 35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; 36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. 37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Renungan
Bila meminta sesuatu seseorang pasti berharap permintaannya dikabulkan, dijawab “ya”. Walau mengatakan “kalau tidak, tidak apa2” tetep saja berharap jawaban “ya”. Sering kala permintaan itu tak terjawab “ya” ia menjadi kecewa, marah bahkan mengatai yang diminta sebagai orang yang pelit. Karena itu orang menjadi sungkan mengatakan “tidak” agar tidak membuat kecewa mereka yang meminta.
Hari ini Yesus mengajari kita, “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat” (Mat 5:37). Ketika kita mengatakan “ya” padahal “tidak”, sebenarnya kita telah berbuat jahat pada diri sendiri dan orang yang meminta karena kita telah menipu diri sendiri dan juga orang lain. Memang cukup beresiko jujur mengatakan “tidak jika tidak”. Salah satunya adalah membuat orang lain kecewa. Namun kelugasan ini akan jauh membuat kita merasa lega karena kita tidak menipu diri dan sesama kita. Kita tidak masuk dalam perangkap si jahat.
Marilah kita selalu terbuka untuk menerima jawaban “ya” atau “tidak” atas segala permintaan kita. Dan berani tegas mengatakan “tidak” kalau kita sungguh sulit memenuhi permintaan orang lain.

Doa
Tuhan, jagailah hati, budi dan ucapanku. Semoga aku mampu mengatakan ya atau tidak secara benar dan tepat. Amin. nasp.

Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.