“Bapamu yang melihat yang tersembunyi, akan mengganjar engkau.”(18 Juni 2014)

Screen Shot 2014-06-18 at 8.20.43 AMMatius (6:1-6.16-18)
Dalam khotbah di bukit, Yesus bersabda, “Hati-hatilah, jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di depan orang supaya dilihat. Sebab jika demikian, kalian takkan memperoleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang-orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya dipuji orang. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah tangan kirimu tahu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” “Dan apabila kalian berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan di tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya.’ Tetapi jikalau engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” “Dan apabila kalian berpuasa, janganlah muram mukamu, seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.’ Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan
Setiap perbuatan tentu ada tujuannya. Tindakan sepele, mungkin untuk tujuan sepele. Tindakan yang penuh pertimbangan dan menuntut pemikiran, mungkin untuk suatu tujuan penting pula. Jadi, tidak ada suatu perbuatan apa pun yang tidak punya tujuan. Itu artinya, tindakan dimaksudkan untuk sesuatu. Maka, pantaslah kita ingat kata si bijak: Setiap perkataan belum tentu mengubah sesuatu, tetapi setiap perbuatan selalu punya efek bagi kehidupan.

Injil hari ini menunjuk beberapa tindakan penting dalam kehidupan kita sebagai orang beriman. Tindakan ini penting, maka perlu mendapatkan penekanan dan diajarkan. Tindakan ini penting, maka perlu menuntut perhatian dan pemahaman yang benar dari kita. Jika hal ini tidak diperhatikan dan dilakukan dengan kesungguhan dan penuh iman, maka tujuan sejatinya akan hilang. Ibarat pepatah mengatakan: mengembangkan layar tanpa menambah ketebalannya akan mudah sobek, mempertinggi bangunan tanpa memperkuat pondasinya akan mudah runtuh. Demikianlah halnya dengan latihan hidup beriman yang kita lakukan. Jika tidak disertai kesungguhan, maka akan membuahkan kehampaan.

Memberi sedekah atau bantuan adalah perbuatan mulia untuk melatih kelekatan. Berdoa adalah perbuatan mulia untuk melatih kedekatan dan kesetiaan kepada Tuhan. Berpantang atau berpuasa adalah perbuatan mulia untuk mendisiplinkan diri dari aneka keinginan manusiawi yang tidak ada batasnya. Perbuatan-perbuatan mulia tersebut harus dilakukan dengan ketulusan dan kesalehan, agar membuahkan efek yang meneguhkan serta menyehatkan jiwa dan raga.

Lihatlah pengalaman iman Nabi Elia dan Elisa (2Raj 2:6-14). Iman dan perbuatan Elia mengagumkan Elisa, sehingga Elisa meminta sesuatu yang sangat berarti bagi imannya, yaitu mendapatkan bagian dari roh Elia. Hal itu berat dan sulit, tetapi iman selalu membuat itu mungkin. Maka, seperti iman yang dimiliki Elia yang bisa membagi dua air dan mereka berjalan di antaranya, Elisa pun bisa melakukannya.

Pesannya adalah hendaklah perbuatan apa pun dalam kehidupan ini selalu memiliki muatan rohani dan cinta kasih. Sebab tanpa ini, semuanya akan sia-sia. Biarlah tindakan kita selalu menambah ketebalan iman dan menguatkan pondasi kekristenan kita sebagai pengikut Kristus. (Kartolo/Cafe Rohani)

Doa
Ya Allah, Engkau memenuhi Elisa dengan Roh Nabi Elia. Penuhilah kami juga dengan iman, harapan dan kasih, agar dapat mewartakan kasih-Mu kepada sesama yang kami jumpai pada hari ini. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Sumber : www.renunganpagi.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.