“Di mana hartamu berada, di situ pula hatimu.”(20 Juni 2014)

petrus-apakah-engkau-mengasihi-aku-yohMatius (6:19-23) 
Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan
“jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu”. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu” (Mat 6:23). Kalimat ini sangat mudah untuk dirasakan dan dimengerti. Mata yang jahat menampilkan kegelapan dalam seluruh tubuhnya. Jika terang aja dianggap gelap maka sungguh gelap pekat hidupnya.
Dalam kehidupan sehari2 mungkin kita pun pernah mengalami kegelapan tersebut. Aneka macam kebaikan yang ada, bahkan yang biasa diterima pun malah dianggap sebagai “kejahatan” yang merendahkan. Kebiasaan2 baik orang di sekitarnya pun dirasa sebagai sikap2 yang tdk perlu diterima katena semuanya terasa hy makin melukai dirinya. Lalu apa yang perlu kita lakukan dalam kondisi seperti itu?
Salah satu langkah yang layak kita bangun lagi adalah melihat kebaikan sebagai kebaikan, dan mengurangi aneka macam prasangka yang melukai diri sendiri. “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu” (Mat 6:21). Mari kita temukan kebaikan dalam setiap langkah hidup, setiap peristiwa, setiap kata dan tidak langsung resisten dengan perbedaan yang kita jumpai.

Doa
Ya Tuhan jadikanlah mata yang menjadi pelita hidupku terang bercahaya. Jangan biarkan aku dikuasai kegelapan. Tepiskanlah aneka prasangka. Antarkanlah aku untuk berani melihat yang baik sebagai kebaikan. Amin. -nasp-

Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.