Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” (26 Juni 2014)

Tuhan menggendong dombanyaMat. 7:21-29
21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” 24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” 28 Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, 29 sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

Renungan
Mendengarkan. Kala kecil dulu para guru sering meminta kami para murid untuk mendengarkan kala mereka mengajar. Kami diminta untuk menyimak.  Kalau ada yang bercakap2 pasti akan ditegur. Dan yang ngeyel akan disetrap.
Waktu kecil dulu saya tidak begitu menangkap mengapa kami para murid harus mendengarkan, selain supaya tidak mengganggu teman yang lain. Semakin usia bertambah kusadari bahwa mendengarkan adalah elemen hidup yang sangat penting. Ketika kita mampu mendengarkan dengan baik kita mampu menangkap pesan yang disampaikan pembicara. Ketika pesan bisa ditangkap dengan baik, maka pelaksanaan pesan pun mungkin dilakukan dengan tepat.
Kemampuan mendengarkan bukanlah kemampuan yang datang dengan tiba2. Kemampuan ini perlu dilatih sejak dini. Beruntung kala SD para guru selalu mengingatkan untuk tekun mendengarkan. Dengan peringatan2 mereka kala saya tidak mendengarkan semoga makin hari saya bisa menjadi pendengar yang baik. Dan marilah kita terus belajar mendengarkan agar kita mampu menangkap pesan dengan baik supaya semuanya terlaksana dengan benar dan tepat (bdk. Mat 7:24-25).”

Doa
Ya Yesus semoga aku makin hari menjadi pendengar yang baik, makin mampu menangkap pesanMu dan melakukannya sesuai dengan kehendakMu. Aku akan terus belajar mendengarkan dengan seksama. Amin -nasp-

Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.