“Belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati” (27 Juni 2014)

yesus membasuh-kaki-muridnyaMatius (11:25-30)

Sekali peristiwa berkatalah Yesus, “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi! Sebab misteri Kerajaan Kausembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu. Semua telah diserahkan oleh Bapa kepada-Ku, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak, serta orang-orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. Datanglah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang, dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.” Inilah Injil Tuhan kita! U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan
Ada seorang pematung terkenal. Suatu kali dia memahat sebuah patung “Yesus” berukuran besar. Dia ingin tahu apakah patung itu akan memancing reaksi yang benar dari orang-orang yang melihatnya. Dia membawa seorang anak kecil untuk memandang patung itu dan bertanya, “Menurut kamu, siapa Dia?” Anak itu menjawab, “Orang besar!” Si pematung pun menjadi sadar bahwa dia telah gagal. Kemudian dia mulai memahat dan memperbaiki patungnya lagi. Ketika dia sudah selesa, dia membawa anak itu kembali dan mengajukan pertanyaan yang sama kepadanya, “Menurut kamu, siapa Dia?” Anak itu tersenyum dan menjawab, “Itu adalah Yesus yang berkata, ‘Biarlah anak-anak datang kepada-Ku’.” Si pematung akhirnya mengetahui bahwa ia telah berhasil. Patung tersebut telah berhasil melewati ujian mata seorang anak.Itulah anak-anak. Di mata seorang anak ada kejujuran. Seorang anak akan dengan jujur mengatakan bahwa sesuatu itu jelek atau baik. Jika Anda ingin melihat siapakah diri Anda sebenarnya, bertanyalah pada anak-anak. Maka, Anda akan memperoleh jawaban yang seringkali mengagetkan tapi sesuai dengan kenyataan. Pernah suatu kali ada seorang imam yang mencoba mendekati seorang anak. Tiba-tiba anak itu menangis. Rupanya dia takut pada brewok panjang dari romo tersebut. Ia katakan romo itu jelek, menakutkan dan mirip bajak laut. Betapa jujurnya anak-anak, meskipun, imam tersebut pasti bukan bajak laut.Hari ini Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus. Bacaan hari ini mengngatkan kita akan pentingnya “Kemurnian Hati.” Sebagaimana anak-anak yang berhati bersih tanpa “kepalsuan”, Tuhan Yesus pun meminta hal yang sama kepada kita. Tuhan akan berkenan kepada hamba-Nya yang mau merendahkan diri layaknya anak-anak (Mat 11:27). Dalam diri anak-anak, Allah akan menyingkapkan “rahasia kebijaksanaan”. Dengan kata lain, Tuhan akan memberikan rahmat-Nya kepada orang yang rendah hati dan mau terbuka akan sabda-Nya.

Tuhan Yesus memberi contoh bagaimana memiliki hati yang terbuka pada kehendak Bapa. “Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.” (Mat 11:27). Betapa luar biasanya ketaatan Tuhan Yesus kepada Bapa-Nya.

Tuhan Yesus pun berjanji bahwa siapa saja yang mau datang kepada-Nya akan mendapatkan “kelegaan”. Janji ini diperuntukkan bagi mereka yang beriman dan mau setia memikul “kuk” yang dipasang. Apa artinya ini? Artinya bahwa “rasa damai” itu akan diperoleh, jika seseorang mau dengan setia memikul beban hidupnya. Itulah ganjaan bag mereka yang setia. Yesus sendiri menunjukkan kesetiaan-Nya sampai rela wafat disalib. Hati-Nya yang suci memang tertusuk oleh pengkhianatan para murid dan penolakan bangsa Yahudi. Tapi, Dia tidak menyerah dan putus asa. Dia bangkit berdiri menempuh jalan sengsara-Nya hingga akhir. Ia kuat karena setia pada kehendak Bapa.

Kita pun akan mendapatkan kebahagiaan yang sama jika kita mau setia dalam iman. Tentu saja kita perlu memiliki hati yang menyerupai Yesus, “Hati yang Kudus.” (Alexander Teguh/RUAH)

Doa
Allah yang Mahakuasa, perkenankanlah kami untuk memuliakan Hati Putra-Mu, dan mengenang karya besar cinta kasih-Nya bagi kami. Jadikanlah kami layak untuk menimba anugerah yang mengalir secara berlimpah dari sumber ilahi itu. Dengan pengantaraan Kristus itu juga yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 

Sumber : www.renunganpagi.blogspot.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.