logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Selasa, 30 November 2021

“Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” <Mat 4:18-22> Setiap orang yang dibaptis khususnya, mempunyai tanggungjawab untuk menjadi murid-Nya

Selengkapnya »

Pilihan Suara Hati

Screen Shot 2014-06-29 at 8.14.44 AM

Gegap gempita Pilpres masih menghiasi media massa. Acapkali terasa sumir di sela-sela kronisnya penyakit dalam hidup bersama. Kemiskinan dan kesenjangan sosial, korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan masih melilit negara ini. Pun masalah pendidikan, pengangguran, tenaga kerja kita di luar negeri, kerusakan lingkungan hidup dan intoleransi.

Dalam acara debat Capres-Cawapres, para calon beradu program. Kampanye pun digelar meriah. Tujuannya satu: meningkatkan jumlah suara. Betapapun bagusnya visimisi mereka, ingatlah seruan Surat Gembala KWI menyongsong Pilpres 2014! Selain mengenali rekam jejak para\calon, pilihlah pemimpin yang punya integritas moral berdasarkan suara hati kita.

Semua bentuk kampanye hanyalah eforia sesaat. Itulah waktu mengobral janji. Janji amat mudah dilupakan saat takhta dan kuasa dalam genggaman. Hanya orang bodohlah yang memilih berdasarkan janji. Lagi, dengarkanlah suara hati kita! Salah satu cara mendengarkan suara hati ialah mengamati habitus kepemimpinan para calon.

Apakah mereka punya kebiasaan yang berorientasi demi kebaikan bersama? Habitus kepemimpinan yang berorientasi pada bonum commune ini merupakan modal awal untuk mendiagnosa penyakit bangsa kita dan berusaha menemukan solusi demi kebaikan bersama.

Memilih berdasarkan suara hati bukanlah pengambilan keputusan tanpa analisis kritis berdasarkan fakta. Dan lagi, salah satu tolok ukur analisis ialah menemukan bukti habitus kepemimpinan yang berorientasi demi kebaikan bersama. Maka, pilihlah pemimpin yang sudah terbukti punya modal habitus kepemimpinan dari hal hal kecil demi kebaikan bersama.

Jika orang punya kesetiaan dalam perkara kecil, ia sudah punya modal untuk mengambil tanggung jawab dalam perkara yang lebih besar.

Sumber : www.hidupkatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.