“Ikutlah Aku.”(30 Juni 2014)

jesusMat. 8:18-22
18 Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang. 19 Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” 20 Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” 21 Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.” 22 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

Renungan
Menjadi murid Kristus menantang totalitas. “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka” (Mat 8:22). Prioritas murid Kristus adalah hadirnya Kerajaan Allah. Segala sesuatu mesti berani ditinggalkan kala bertubrukan dg perutusan mewartakan KerajaanNya.
Saya masih terbayang dalam 10 hari terakhir kantor Komsos KAS rame di waktu malam. Setelah shooting film In Te Confido, sebagian teman2 menginap di Komsos. Karena 10 hari menginap maka mereka menyebut diri OBLO yang artinya Organisasi Bocah Lali Omah. Selain alasan praktis dan menghemat tenaga, aku melihat totalitas mereka. Kerelaan mereka meninggalkan rumah bukan sekedar mau lari dari rumah tetapi karena mencurahkan tenaga, waktu, pikiran agar bisa mendapatkan hasil yang baik. Namun demikian mereka tetap menyapa orang tua dan saudara-saudarinya di rumah.
Keinginan untuk mendapatkan yang terbaik membutuhkan totalitas dalam mengusahakannya. Maka Yesus pun menantang totalitas mereka yang mau mengikutiNya.

Doa

Tuhan kadang tak mudah untuk bersikap total. Rasa malas sering menggodaku menjadi orang yang hanya setengah2. Semoga hari2ku makin berjalan selaras dengan kehendakMu. Aku akan mengembangkan semangat totalitasku dalam mengikutiMu. Amin -nasp-

Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.