logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Jadwal Misa

Harian:
Senin-Sabtu 05.30 WIB (online)
Mingguan:
Sabtu sore 17.30 WIB
Minggu pagi 1 06.00 WIB
Minggu pagi 2 08.30 WIB (online)
Minggu sore 17.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”(04 Juli 2014)

maria meminyaki kaki yesusMat. 9:9-13
9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. 10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. 11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” 12 Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. 13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Renungan
Ajakan Yesus “Ikutlah Aku” (Mat 9:9) kepada Matius langsung diiyakan oleh Matius. Matius segera meninggalkan pekerjaannya dan mengikuti Yesus.  Biasanya kan yang ngajak  yang mengundang makan. Di kisah ini Yesus yang mengajak tapi Yesus malah diajak makan di rumah Matius.
Matius mengikuti ajakan Yesus bukan karena politik uang atau dia anggota kelompok Yesus. Ia bukan dari “partai” Yesus. Matius mau mengkuti Yesus karena ia terpesona pada karakter dan sepak terjang Yesus. Baginya Yesus adalah pribadi yang meyakinkan dan memberikan harapan bagi dunia baru. Maka walau ia dari “partai” pemungut bea cukai ia rela mengikuti Yesus, meninggalkan pekerjaannya dan menjamu Yesus.
Saat ini bangsa kita ada dalam masa2 panas menjelang pemilu presiden. Ada banyak tarikan dilakukan para pendukung capres tertentu utk memilih jagoannya. Belajar dari Matius,  marilah kita dengan tenang menentukan pilihan kita dengan suara hati yang jernih memilih calon yang sungguh2 memberikan harapan Indonesia yang sejahtera tanpa memperhitungkan kita dari partai mana. Siapapun yang anda pilih di TPS tidak akan mempengaruhi keberadaan anda di partai anda. Tp kesalahan kita memilih mempengaruhi kehidupan bangsa 5 tahun ke depan.

Doa
Tuhan jagailah hati kami agar kami pun bisa memilih siapa yang kami percayai seperti Matius memilih PuteraMu. Aku akan memilih pemimpinku sesuai dengan hati nuraniku dan keyakinanku. Amin. -nasp-

Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.