“Mencintai berarti menghendaki yang baik untuk seseorang” (05 Juli 2014)

Screen Shot 2014-06-18 at 8.20.43 AMMatius (9:14-17)
Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan bertanya, “Kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi mengapa murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan tiba waktunya mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru, dan dengan demikian, terpeliharalah kedua-duanya.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
Arti hakiki puasa adalah mengambil jarak, agar kita mengerti dan menghargai. Apa yang nampak biasa, sebenarnya mempunyai nilai-nilai luar biasa. Seperti air dan makanan. Puasa berarti belajar miskin. Orang miskin akan menghargai apa pun yang dipunyai meskipun itu sedikit atau kecil. Berbeda dengan orang punya, berada, selalu dekat dengan “barang” kebutuhan, mereka sering lupa dan tidak menghargai. Sabda Tuhan, “Akan tiba waktunya Mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.” Sejatinya setiap penderitaan adalah suatu puasa. Setiap puasa bernilai untuk kehidupan, karena akan menghasilkan “sehat” dan melimpah berkat.

Doa
Allah yang Mahapengasih dan Pengampun, betapa besar kasih setia-Mu kepada umat kecintaan-Mu. Jagalah kami hari ini agar tidak jatuh dalam dosa yang merusak segalanya. Bimbinglah kami dalam melaksanakan rencana kami hari ini. Semoga semua itu sesuai dengan rencana dan kehendak-Mu, yaitu hendak memulihkan kesejahteraan dan kebahagiaan orang-orang yang bertobat kembali kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Sumber : www.renunganpagi.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.