“Menjadi Gandum atau Ilalang?”

IMG_0699Sepasang pasutri suatu kali bingung, putus asa dan tak habis pikir dengan anaknya nomor dua. Anaknya itu setelah berkeluarga malah berlaku tidak nggenah: suka ngamuk, hutang tak pernah bayar, korupsi di tempat kerja, sulit dinasihati, melakukan KDRT dan berselingkuh! “Koq bisa seperti itu ya, Romo? Dia kena pengaruh apa? Ini sungguh mencoreng keluarga besar kami sementara dlm sejarah keluarga, tak pernah ada yg berlaku spt itu. Kami selaku orang tua sudah mendidik anak-anak kami sebaik-baiknya bahkan dalam iman juga. Kami hampir-hampir tak percaya: Sungguhkah dia anak kami? Apa yg harus kami lakukan?”

Kebingungan pun dialami oleh pekerja di ladang dlm Injil hari ini. Bgm mungkin benih gandum yg ditaburkan tetapi ilalang juga ikut tumbuh? Perumpamaan dlm Injil hari ini mengajak kita utk menyadari bahwa kebaikan dan kejahatan akan terus ada. Kita sendiri harus menentukan: Mau bersetia mjd gandum (kebaikan) atau malah ilalang (kejahatan)? Mau mengikut Tuhan sampai akhir atau ikut iblis?

Pada akhirnya Tuhan akan mengadili saat kita menghadap-Nya ataupun saat kiamat nantinya. Mari kita mantapkan pilihan utk terus bersetia dalam kebaikan dan kebenaran bersama Tuhan. Kita ini adalah orang-orang pilihan Tuhan utk hadir sebagai solusi yang menginspirasi, membangun dan menghidupkan. Janganlah kita menjadi pelaku/pribadi destruksi (merusak/menghancurkan) dan melawan Tuhan. Etes-vous d’accord? ***d2t

 

Mutiara para kudus

“Allah tidak memanggilku untuk menjadi sukses, melainkan Ia memanggilku untuk menjadi taat” – Beata Teresa dari Calcuta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.