Peduli & Berbagi: Tak akan rugi!

DSC_0284Suatu ketika, dalam Ekaristi lingkungan, ada beberapa anak kecil yg dengan gembira memasukkan keping uang logam ke kotak kolekte. Bahkan, mereka rebutan utk pertama kali memasukkan uang itu sambil tertawa ria. Waktu saya tanya, uangnya dari mana? Ada yg menjawab: “Minta ibu; Dari uang saku; Diberi kakek-nenek.” Mereka ikhlas. Lain lagi, di pojok mall, ada pengemis buta yang lusuh. Seorang anak kecil merengek-rengek kepada ibunya minta uang. Ibunya sempat membentak anaknya karena rewel. Kemudian anak itu menunjukkan jarinya ke pengemis. Setelah diberi uang, anak itu segera berlari mendekati pengemis dan diberikannya uang di tangannya dengan senyum.
Ketika anak itu kembali kpd ibunya, sang ibu memeluk dan mengusap lembut kepala anaknya. Anak-anak itu mengajarkan kpd kita indahnya peduli dan berbagi. Mereka semua punya hati dan bukan pertama-tama materi. Untuk peduli dan berbagi, tdk harus menunggu sampai berlimpah materi. Hati yg tulus & penuh kasih adlh harta utama yg tak ternilai. Injil mengajak kita utk bertanya diri: Sudahkah aku punya hati utk selalu peduli dan berbagi kpd yg menderita/kurang beruntung? Bagi murid-murid Kristus, berbagi tak akan pernah rugi. Justru dg berani berbagi dan peduli, kita akan semakin diperkaya dalam rahmat-Nya. Be happy, don’t worry!***d2t

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.