“Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.”(9 September 2014)

Screen Shot 2014-05-29 at 8.57.28 AMLukas (6:12-19)
Sekali peristiwa Yesus mendaki sebuah bukit untuk berdoa. Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Keesokan harinya, ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya dan memilih dari antara mereka dua belas orang yang disebut-Nya rasul. Mereka itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Andreas, saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Lalu Yesus turun bersama mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar. Di situ berkumpul sejumlah besar murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem, dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang kerasukan roh-roh jahat mendapat kesembuhan. Dan orang banyak itu berusaha menjamah Dia, sebab dari pada-Nya keluar suatu kuasa, dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan
Renungan saya sejak Senin, selalu berbicara tentang pentingnya doa. Hari ini, saya semakin mendapat peneguhan dari Yesus yang berdoa semalam-malaman kepada Allah. Dari Injil, tampak bahwa aktivitas hidup harian Yesus kurang lebih demikian: malam hari Ia berdoa dan siang hari Ia berkerja untuk mengajar dan melayani banyak orang, termasuk menyembuhkan mereka yang sakit dan kerasukan setan. Semua yang dikerjakan oleh Yesus adalah buah dari doa. Berkat doa, maka ia tidak salah pilih. Dengan tepat, Ia memilih 12 rasul. Memang, satu di antaranya menjadi pengkhianat. Namun kalau dihitung, hasil askhir dari pilihan-Nya yang tidak baik hanya 8,3%. Sementara yang 91,7% sangat baik. Berkat doa-Nya pula, Yesus mampu mengerjakan hal-hal yang baik sehingga banyak orang datang kepada-Nya untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari berbagai penyakit mereka. Dari sini, saya melihat bahwa buah dari doa adalah kemampuan untuk memberikan pengajaran yang benar dan juga kemampuan untuk menyembuhkan. Maka, kalau ada orang yang kata-katanya kok banyak mengandung ketidak-benaran, ditambah lagi sikap dan tindakannya justru malah menyakiti orang lain, jangan-jangan orang tersebut kurang berdoa. Atau cukup berdoa tetapi kurang penghayatan.

Doa
Tuhan, bantulah kami untuk menjadi pendoa yang baik supaya kami tidak salah pilih dan mampu menghasilkan buah-buah yang baik dalam perkataan, sikap dan tindakan kami. Amin.

Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.