“Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.(15 September 2014)

Screen Shot 2014-06-28 at 7.06.22 AMYohanes (19:25-27)
Waktu Yesus bergantung di salib, di dekat salib itu berdirilah ibu Yesus dan saudara ibu Yesus, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya, “Ibu, inilah anakmu!” kemudian kata-Nya kepada murid-Nya, “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima ibu Yesus di dalam rumahnya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan
Hari ini kita memperingati Bunda Mari berdukacita. Kita bisa membayangkan betapa betapa sedihnya seorang ibu, ketika anaknya harus mati mendahuluinya. Apalagi, anaknya itu mati dengan sangat mengenaskan, misalnya karena kecelakaan atau dianiaya dan menjadi korban pembunuhan. Kurang lebih, demikianlah suasana dukacita bunda Maria ketika ia berdiri di bawah kaki salib. Yesus, anaknya sedang menghadapi ajal-Nya, setelah menderita beberapa saat menderita sepanjang jalan salib. Yesus tidak ingin, ibu-Nya menanggung dukacita itu sendirian. Maka, Ia menyerahkan Maria kepada murid-murid-Nya dan mereka pun kemudian menerma Maria sebagai ibunya. Dalam kebersamaan antara Maria dan para murid, dukacita atas wafat Yesus, pelan-pelan berubah menjadi penyerahan total kepada Allah sekaligus pengharapan akan kebangkitan-Nya. Maria pun tetap bersama para murid untuk menanti turun-Nya Roh Kudus sampai tiba hari Pentakosta (Kis 1:14). Kehadiran Maria yang berduka cita di tengah-tengah para murid yang juga berduka cita, tentu memberi penghiburan dan kekuatan tersendiri bagi mereka. Demikian pula, Bunda Maria selalu menjadi penghiburan bagi kita. Sebab, Ia tidak hanya diserahkan kepada para murid tetapi juga kepada kita untuk menjadi bunda kita. Maka, marilah kita juga selalu membuka diri untuk menerima Bunda Maria dalam rumah kita, dalam keluarga kita. Maukah kita berdoa rosario setiap hari sehingga kita masuk dalam ikatan kekeluargaan tanpa putus dengan Bunda Maria? Per Mariam ad Iesum. Dengan perantaraan Maria, menuju kepada Yesus.

Doa
Hadirlah selalu dalam hidup kami, ya Bunda Maria yang terkasih dan biarlah kami selalu mengalami penghiburan darimu. Amin.

Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.