“Hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”(17 September 2014)

petrus-apakah-engkau-mengasihi-aku-yohLukas (7:31-35)
Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak, “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini? Mereka sama dengan anak-anak yang duduk di pasar dan berseru-seru. ‘Kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak menangis.’ Sebab ketika Yohanes Pembaptis datang, dan ia tidak makan roti, dan tidak minum anggur, kalian berkata, ‘Ia kerasukan setan.’ Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kalian berkata, ‘Lihatlah, seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.’ Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan
Selama ini, saya sudah hidup dan melayani di benerapa paroki, baik di Indonesia maupun di Italia. Di mana pun, saya selalu menjumpai sekelompok umat, kebanyakan adalah aktivis Paroki, yang sukanya itu omong dan komentar negatif terhadap orang atau kelompok lain. Rata-rata mereka itu begitu solid (dalam arti negatif) dan entah bagaimana selalu memiliki topik untuk diomongkan dan dikomentari. Tidak jarang mereka ini bisa sampai membentuk opini publik yang begitu kuat dalam menilai negatif orang atau kelompok lain sehingga umat yang lain tersebut sampai merasa malas dan takut untuk ke Gereja dan mengambil bagian dalam karya pelayanan di Paroki. Ya karena apa pun yang dilakukan selalu dikomentasi negatif dan dijadikan bahan omongan. Pada zaman Yesus, kelompok orang yang demikian ini pun sudah ada. Dan rupanya, Yesus pun dibuat judeg dan jengkel dengan ulah mereka. Tetapi Ia yakin bahwa yang dilakukannya adalah baik dan benar. Maka, ia tetap maju terus dalam karya dan pengajaran-Nya. Ia yakin bahwa hikmat-Nya dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya. Semoga umat-umat kita yang menjadi kurban dari kelompok yang sukanya omong dan komentar negatif tetap mempunyai semangat seperti Yesus. Maju terus dalam beribadah kepada Tuhan dan dalam mengambil bagian dalam karya pelayanan di Gereja.

Doa
Tuhan, untuk berbuat baik ternyata tidak selalu mudah. Kadang, kami mendapat kendala berupa komentar-komentar negatif dari orang lain. Kuatkanlah kami untuk terus maju, baik dalam beribadah maupun dalam pelayanan. Amin.

Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.