“Allah Mahabaik dan Murah Hati”

IMG_0699Suatu hari, seorang imam tua yang hidupnya sangat saleh wafat. Jiwanya disambut oleh para malaikat dan para kudus untuk masuk dalam hidup surgawi. Tak berapa lama, sepupunya yang seumur hidupnya tidak baik, meninggal. Sepupunya itu juga masuk surga. Imam itu tidak terima dan protes kepada Tuhan sebab ia sangat yakin bahwa sudah seharusnya sepupunya itu tdk masuk ke surga. “Aku sudah selibat seumur hidup, taat setia kepada-Mu, tdk neko-neko. Tetapi mengapa saudaraku yang hidupnya amburadul, bikin susah banyak orang, malah akhirnya masuk surga? Apa gunanya aku jadi imam-Mu? Lebih baik aku jadi seperti sepupuku toh akhirnya masuk surga juga. Menyesaaal aku jadi imam-Mu! Engkau sungguh tidak adil!” kata imam itu sambil mincuk bibirnya. Tuhan memandang penuh kasih kepada imam itu dan bersabda, “Coy, ternyata dirimu tidak tulus menjadi imam, hatimu dipenuhi iri hati dan dengki bahkan surga ingin kau miliki sendiri. By the way, apakah surga milikmu? Renungkanlah: Aku yang tidak adil ataukah dirimu yang dikuasai iri hati? Jangan lupa, ketika sepupumu mengetahui kamu meninggal, ia akhirnya bertobat atas segala dosanya. Mengapa engkau begitu sulit bersyukur?”
Marilah kita belajar untuk selalu bersyukur. Perikop Injil hari ini bukan pertama-tama mau bicara soal nilai keadilan atas suatu karya/jasa tetapi tentang Allah Mahapemurah dan Mahabaik. Dengan berani bersyukur, maka kita akan dibangun menjadi orang-orang yang mudah bergembira bila melihat orang lain sukses, pandai, terkenal, dsb. Allah sungguh Mahabaik dan Mahapemurah. Jangan justru kita mengobarkan iri hati karena hal itu tidak akan diberkati dan menghancurkan kita sendiri.***d2t

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.