logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Sabtu, 25 Juli 2020

Selamat pagi ☕ “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” <Mat 20:20-28>

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 23 Juli 2020

Selamat pagi 🌻 “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar

Selengkapnya »

“Orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.” (30 September 2014)

petrus-apakah-engkau-mengasihi-aku-yohLukas (9:51-56)
Ketika hampir genap waktunya diangkat ke surga, Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem. Diutus-Nya beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk sebuah desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria di situ tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata, “Tuhan, bolehkah kami menurunkan api dari langit untuk membinasakan mereka?” Tetapi Yesus berpaling dan menegur mereka, “Kalian tidak tahu apa yang kalian inginkan. Anak Manusia datang bukan untuk membinasakan orang, melainkan untuk menyelamatkannya.” Lalu mereka pergi ke desa lain.

Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Di penghujung Bulan Kitab Suci Nasional ini, kita memperingati Santo Hieronimus. Dia adalah seorang Pujangga Gereja abad -4, yang sangat ahli dalam 3 bahasa klasik, yakni Latin, Yunani dan Ibrani. Maka, ia diberi kepercayaan oleh Paus Damasus untuk membuat terjemahan baru seluruh teks Kitab Suci ke dalam Bahasa Latin. Untuk menunaikan tugas itu, ia tinggal di Betlehem selama 30. Selama kurun waktu itu, ia berhasil membuat terjemahan baru Kitab Suci dalam Bahasa Latin (Vulgata). Perjanjian Lama diterjemahkannya dari bahasa Ibrani dan Aramik, sedangkan Perjanjian Baru dari bahasa Yunani. Keakrabannya dengan Kitab Suci membuatnya berkesimpulan bahwa Kita Suci merupakan sarana utama untuk mengenal Kristus. Ia mengatakan, “Tidak mengenal Kitab Suci, berarti tidak mengenal Kristus”. Kitab Suci membantu kita untuk mengenal Yesus secara utuh, mulai dari pre-eksistensinya sebagaimana diramalkan dan dipersiapkan dalam Perjanjian Lama, kelahiran-Nya, karya dan pengajaran-Nya, sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya serta kenaikan-Nya ke surga, juga karya dan penyertaan-Nya dalam diri para murid dan Gereja Perdana. Semua yang dilakukan-Nya tersebut mempunyai satu tujuan, yakni demi keselamatan kita. Oleh karena itu, marilah kita semakin mengakrabkan diri dengan Kitab Suci supaya kita semakin mengenal Dia yang menyelamatkan kita dan menerima-Nya sepenuh hati dengan segala konsekuensinya.
Doa
Tuhan, berilah kami kerinduan untuk semakin mencintai Kitab Suci sehingga kami semakin mengenal dan mengimani Engkau. Amin.
Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.