“Tuhan, ajarilah kami berdoa.”(08 Oktober 2014)

jesusLukas (11:1-4)
Pada waktu itu Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-muridnya.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Bila kalian berdoa, katakanlah: ‘Bapa, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan yang yang secukupnya, dan ampunilah dosa kami sebab kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan

Apa yang melatarbelakangi permohonan para murid agar Yesus mengajar mereka berdoa? Tidak lain adalah tindakan Yesus ketika “pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat” (Luk 11:1a). “Ketika Ia berhenti berdoa,” demikian Lukas menulis dalam Injilnya, “berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: Tuhan, ajarilah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-murid-Nya” (ay. 1b). Ayat ini penting untuk kita perhatikan.

Ada apa dengan doa Yesus sehingga mereka terdorong untuk berdoa dari pada-Nya? Tentu ada hal yang menarik, sehingga seorang dari murid-murid Yesus itu minta untuk diajar berdoa. Hanya doa yang hidup dalam kemesraan relasi dengan Allah, itulah yang mampu membuat orang lain tertarik untuk berdoa.

Sebenarnya doa tidak dapat dipelajari seperti orang belajar ilmu. Doa itu bukan suatu metode yang dapat dikuasai melalui banyak latihan. Doa adalah hubungan dengan Allah yang bertumbuh makin mesra sehingga menjadi sesuatu yang hidup. Itulah sebabnya Yesus mengajar para murid-Nya agar doa dimulai dengan menyapa Allah sebagai Bapa. “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu,” kata Yesus pada awal pengajaran-Nya. Justru karena Yesuslah, kita boleh mengenal dan menyapa Allah sebagai Bapa. Selain itu, karena Roh-Nya memperkenalkan Bapa kepada kita (Katekismus Gereja Katolik, 2779), sehingga kita dapat menghayati hubungan anak-Bapa dengan Allah Bapa di surga.

Doa yang benar tidak bersemangatkan kepentingan diri sendiri. Seperti halnya semua hubungan atau percakapan yang sehat menaruh perhatian pada semua pihak, demikian pula seharusnya isi doa. Itu sebabnya doa yang Yesus ajarkan ini memberi perhatian baik kepada kepentingan Allah maupun kepada kepentingan kita. Kepentingan Allah didahulukan bukan karena kepentingan kita tidak penting, tetapi justru supaya kita menyadari betapa besar kasih dan perhatian Bapa kepada kita. Prinsip dan kerangka pemikiran doa yang Yesus ajarkan ini patut membentuk pula kehidupan doa kita, entah pribadi, entah bersama dalam keluarga atau komunitas.

Ingatlah bahwa bila Yesus berkenan mengajar kita berdoa, pasti Bapa berkenan menerima doa-doa kita.

Doa
Ya Allah, Putra-Mu telah memperkenalkan Engkau sebagai Bapa Kami. Ia juga mengajari kami bagaimana caranya berdoa. Semoga kami semakin menjadi pendoa yang tekun. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Sumber : www.renunganpagi.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.