logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Jadwal Misa

Harian:
Senin-Sabtu 05.30 WIB (online)
Mingguan:
Sabtu sore 17.30 WIB
Minggu pagi 1 06.00 WIB
Minggu pagi 2 08.30 WIB (online)
Minggu sore 17.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

“Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”(11 Oktober 2014)

Screen Shot 2014-05-29 at 8.57.28 AMLukas (11:27-28)
Pada suatu hari, ketika Yesus sedang berbicara kepada orang banyak, berserulah seorang wanita dari antara orang banyak itu, dan berkata kepada Yesus, “Berbahagialah ibu yang telah mengandung dan menyusui Engkau!” Tetapi Yesus bersabda, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan memeliharanya.”

Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Salah satu kebahagiaan seorang ibu adalah pada saat ia dapat mengandung dan menyusui anaknya. Maka, banyak ibu yang sudah lama menikah tetapi tidak kunjung mengandung, sangat rindu dan melakukan berbagai macam upaya untuk bisa mengandung dan mempunyai anak. Pada saat mengandung, mereka pasti juga menyadari bahwa mereka akan menderita pada saat melahirkan. Namun, mereka tetap bahagia. Demikian pula, ibu-ibu yang ASInya tidak cukup atau tidak lancar pada saat menyusui. Mereka berupaya untuk minum jamu ini dan itu agar produksi ASInya cukup. Nah, itulah kebahagiaan para ibu. Apalagi kalau di kemudian hari, anaknya tersebut tumbuh dengan baik serta menjadi orang yang hebat. Rasanya, hal inilah yang membuat seorang perempuan dalam Injil hari ini berseru, “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau” setelah ia mendengarkan pengajaran Yesus dan menyaksikan karya-karya-Nya. Saya yakin, Yesus tidak menolak hal ini. Ia sangat menghargai dan menghormati Bunda Maria yang telah mengandung dan menyusui-Nya. Namun, pada waktu itu Yesus sedang mengajar. Maka, Ia menempatkan kebahagiaan dalam konteks pengajaran-Nya. Yang berbahagia bukan hanya Bunda Maria yang telah mengandung dan menyusui-Nya tetapi juga semua orang yang “mengandung” sabda Tuhan dalam hati dan budinya lalu mewujudkannya dalam tindakan sehari-hari.
Doa
Tuhan, bantulah kami untuk menjadi pendengar dan pelaksana sabda-Mu yang baik. Amin. -agawpr-
Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.