Gereja Katolik dan HPS (Hari Pangan Sedunia)

Mother theresaSetiap tgl. 16 Oktober, dunia memperingati Hari Pangan Sedunia (World Food Day) yang bertepatan dengan tanggal berdirinya FAO. Sejak tahun 1982, Konferensi Wali Gereja Indonesia (dahulu masih bernama Majelis Agung Wali Gereja Indonesia) ikut berperan aktif dalam peringatan HPS, baik di tingkat nasional maupun Keuskupan.

Melalui peringatan HPS, Gereja Katolik mengemban amanat guna membangun kesadaran iman yang membentuk perilaku manusia untuk menghargai kehidupan. Cara yang ditempuh adalah dengan mengupayakan kecukupan dan ketahanan tersedianya makanan sehat. Tugas dan perutusan akan amanat HPS perlu dikomunikasikan agar ada pola baru dalam mengembangkan HPS sebagai gerakan kehidupan. Tema HPS 2014: Pangan Sehat, Keluarga Sehat.

HPS sebagai gerakan moral keutuhan ciptaan mempunyai dimensi religious dan dimensi sosial. Kemurahan hati dan solidaritas Allah pada hidup manusia yang ditampakkan dan diwujudkan dalam diri Yesus Kristus yg menjadi “Pangan yang di-Korban-kan” bagi penebusan manusia (dimensi religius), mengarahkan hidup manusia untuk terlibat dalam tata kelola pangan dan kehidupan yang berkecukupan dan berkeadilan (dimensi sosial), shg semua orang mendapat pangan yg cukup & berkelanjutan (bdk. Evangelii Gaudium art. 191). Solidaritas dan Pengorbanan menjadi substansi dari gerakan HPS Gereja Katolik.

Utk menanggapi situasi dan kondisi aneka tawaran pangan dan bahan pangan yang ada, HPS 2014 mengarahkan pada gerakan dua hal yaitu: 1) Keanekaragaman pangan lokal sebagai sumber pangan sehat bagi keluarga seperti: sagu, sorgum, umbi-umbian, jelai, jagung lokal, sukun, gebang, dll. Pengelolaan dan pengolahan sumber pangan lokal yang beragam itu bisa menjadi sumber pangan sehat bagi keluarga.

2) Gerakan konsumen yang cerdas. Hal ini diawali dari kesadaran akan hak dan kewajiban konsumen untuk memilih dan mendapatkan bahan pangan sampai tingkat rumah tangga dalam jumlah dan kualitas memadai sehingga aman dikonsumsi dan bergizi seimbang, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hidup sehat dan makanan beragam dan gizi seimbang, mengembangkan serta memanfaatkan ragam pangan lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.