100% Katolik dan 100% Indonesia

IMG_0699Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara. Tanpa pajak, sebagian besar kegiatan negara sulit dilaksanakan. Dg pajak pula, layanan publik dpt dibangun: jalan, jembatan, puskesmas, dsb. Konsep pajak yang benar hendaknya ditaati oleh pemerintah sebagai pemangku kebijakan demi kesejahteraan rakyat. Dengan demikian, para wajib pajak juga akan percaya kepada pemerintah bahwa pajak yg dipungut itu sungguh digunakan dg tepat.

Dlm Injil, dikisahkan adanya konspirasi jahat orang-orang Farisi dan Herodian utk menangkap Yesus terkait dg pajak. Yesus tahu maksud jahat mereka dan Ia menjawab dg tegas dan jujur sehingga mereka pergi meninggalkan-Nya. Yesus menegaskan bahwa kaisar dan Allah memiliki hak yg dituntut dari manusia. Yesus mendukung para pengikut-Nya utk memenuhi kewajiban kpd negara seperti kewajiban membayar pajak. Namun Yesus tetap menekankan pula supaya kita jangan mengabaikan kewajiban kpd Allah. Yesus tdk pernah memandang bahwa negara itu begitu buruk sehingga harus dijauhi meskipun kita tetap harus mempunyai daya kritis atas penyelenggaran suatu negara. Justru keberadaan negara bisa menolong orang bekerjasama dlm mengusahakan kesejahteraan umum. Kita tidak bisa menjadikan kepentingan keagamaan sebagai alasan utk menolak kewajiban kpd negara. Pemimpin negara yg betul-betul berjuang untuk menyejahterakan rakyatnya pantaslah memperoleh dukungan dan penghargaan.

Karena itu, jika seseorang secara proporsional memenuhi kewajibannya kpd negara dan agama, ia telah menjadi warga negara yg terpuji dan umat beriman yg baik. Sebagai orang Katolik Indonesia, kita diajak utk selalu menghidupi semboyan Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ: Jadilah 100% Katolik dan 100% Indonesia!***d2t

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.