logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

WARTA PAROKI 9 Januari 2022

WARTA PAROKI 08-09 Januari 2022     Januari 2022 C/II Ujud Gereja Universal: Persaudaraan Sejati. Kita berdoa untuk mereka yang menderita karena perundungan dan diskriminasi

Selengkapnya »

PUNCTA

Puncta Senin, 24 Januari 2022

“Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.” <Mrk 3:22-30> Dosa melawan Roh Kudus berarti melawan

Selengkapnya »

“Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang berjaga.”(21 Oktober 2014)

kemuridan-panggilan-murid-murid-pertamaLuk. 12:35-38.
“Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.”

Renungan
Kebahagiaan sejati seorang abdi atau pelayan ternyata bukan karena ia mendapat upah dari tuannya, namun karena ia selalu siap sedia melaksakan tugas dan kewajibannya. Rasa-rasanya mentalitas ini masih perlu untuk terus dibangun dan ditingkatkan dalam berbagai tempat pelayanan di masyarakat kita. Kita sering mendapati adanya pelayan-pelayan masyarakat yang pada jam-jam kerja justru malah ngobrol/ngrumpi, ngegame, jalan-jalan, dll. Akibatnya, tidak hanya pada saat atasan melakukan sidak, mereka menjadi kelabakan tetapi juga banyak pelayanan publik yang tidak berjalan dengan baik. Banyak orang rupanya sudah mulai terjangkiti mentalitas buruk semacam ini sejak kecil, misalnya dengan mbolos saat sekolah atau ramai di kelas dan keluyuran saat guru tidak ada di tempat. Maka, kedisiplinan merupakan salah satu bentuk revolusi mental yang harus kita jalani. Kata “disiplin” berasal dari bahasa latin “discipulus” yang berarti murid (bahasa Ingrisnya “disciple”). Jadi tidak salah kalau Yesus menuntut murid-murid-Nya, yakni kita semua untuk disiplin.

Doa
Tuhan, bantulah kami untuk menjadi orang yang disiplin dalam melaksakan tugas dan kewajiban kami setiap hari. Amin.

Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.