logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Sabtu, 25 Juli 2020

Selamat pagi ☕ “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” <Mat 20:20-28>

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 23 Juli 2020

Selamat pagi 🌻 “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar

Selengkapnya »

“Hukum Kasih, Hukum Utama”

IMG_0525Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa religius. Tentu saja itu membawa kebanggaan tersendiri. Banyak gedung peribadatan dibangun dan kegairahan umat juga luar biasa terutama saat hari-hari raya keagamaan. It’s amazing, guys!

Meski demikian, janganlah kebanggaan itu membutakan mata kita. Kalau mau jujur, tiap hari kita disuguhi aneka macam kemerosotan moral. Korupsi seakan tiada henti. Hujat-menghujat, fitnah-memfitnah, kekerasan, masih saja terjadi. Kalau demikian faktanya, di mana sebetulnya letak inti kereligiusan kita? Jangan-jangan kita terlalu berat sebelah dalam menjalankan perintah Tuhan. Mungkin pula kita merasa sudah cukup bila menjalankan ibadah kita. Bahkan karena fanatiknya, ada sekelompok orang yang menjadi sangat kejam menyerang kelompok lainnya karena dianggap tidak semurni agamanya.

Injil hari ini mengingatkan kita semua bahwa mengasihi Allah tidak bisa dilepaskan dari mengasihi sesama manusia. Bagaimana mungkin mengasihi Allah yang tak kelihatan bila mengasihi manusia yang kelihatan saja tidak bisa? Hukum utama yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama menjadi hal mendesak untuk diwujudkan sebagai umat beriman dan bukan justru sekedar beragama. Mari kita terus berjuang untuk menghidupi diri sebagai umat beriman yang sungguh mampu mengasihi Allah dan sesama dalam kesaksian hidup setiap hari agar dunia ini damai dan sejahtera.***d2t

 

Mutiara iman

“Bila kita tidak memiliki damai, ini karena kita lupa bahwa kita saling memiliki satu sama lain – pria itu, wanita itu, anak itu adalah saudara/saudariku”(Beata Teresa Calcutta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.