“Kami hamba-hamba tak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.”(11 November 2014)

kemuridan-panggilan-murid-murid-pertamaLuk. 17:7-10.
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan
Salah satu keutamaan seorang hamba adalah kerendahan hatinya. Baginya, semua pekerjaan yang harus dilakukan sudah jelas dan diatur atau ditentukan oleh tuannya. Bahkan, ketika pekerjaan yang satu belum selesai namun tuannya menghendaki agar ia mengerjakan pekerjaan lain, dia pun segera melaksanakannya. Setelah pekerjaan selesai, amat jarang ia mendengar ucapan terimakasih dari tuannya. Dalam hal berbuat untuk tuannya, seorang hamba selalu nomor satu (misalnya melayani makan), sebaliknya dalam hal untuk mendapatkan bagi dirinya sendiri (misalnya makan), biasanya selalu belakangan. Hal-hal ini tentu akan sangat sulit dijalani dengan gembira kalau hamba tersebut tidak mempunyai kerendahan hati. Semoga, kita pun juga mampu untuk menempatkan diri sebagai hamba satu sama lain dan saling melayani dengan semangat kerendahan hati.

Doa
Tuhan, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang baik agar kami semakin mampu untuk saling melayani dengan semangat kerendahan hati. Amin

Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.