“Mereka tidak mendengarkan Yohanes Pembaptis maupun Anak Manusia.”(12 Desember 2014)

Screen Shot 2014-06-18 at 8.20.43 AMDoa Pagi
Kami memuji-Mu, ya Tuhan dan mengasihi-Mu dengan segenap hati. Kami bersyukur karena Engkau telah menciptakan kami, menjadikan kami beriman Katolik dan melindungi kami malam tadi. Kami serahkan kepada-Mu seluruh kegiatan kami sepanjang hari ini, semoga semuanya terjadi sesuai dengan kehendak-Mu dan demi kemuliaan-Mu yang lebih besar. Lindungilah kami dari segala dosa dan bebaskanlah kami dari segala yang jahat. Semoga berkat-Mu senantiasa menyertai kami dan orang-orang yang kami kasihi. Amin.

Injil Mat. 11:16-19
Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan
“Hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya”
Orang yang sungguh-sungguh berhikmat, bukanlah orang yang hanya bisa berkata kata-kata indah dan bijak tetapi lebih-lebih harus mewujudkan hikmatnya itu dalam perbuatan-perbuatannya. Yohanes Pembaptis dan Yesus, kendati dinilai serba negatif oleh sebagian orang yang tidak suka pada mereka, namun baik kata-kata maupun tindakannya selalu membuktikan bahwa mereka adalah orang yang dipenuhi oleh hikmat Allah. Di negara kita, kita juga punya beberapa orang/tokoh yang selalu dihujat, diremehkan dan dinilai serba negatif oleh orang/kelompok lain, tetapi kebijakan-kebijakan, perbuatan dan karya-karyanya membuktikan bahwa mereka adalah orang-orang yang cukup berhikmat. Semoga, Tuhan senantiasa melindungi dan memelihara mereka, kendati harus berhadapan dengan banyak tantangan dan hambatan, bahkan risiko yang mengancam nyawa, sebagaimana telah dialami oleh Yohanes dan Yesus. Semoga, kita pun menjadi bagian dari orang-orang yang berhikmat, dan bukan malah sebaliknya ikut-ikutan pada kelompok yang suka nyacat.

Doa
Tuhan, bantulah kami untuk menjadi orang-orang yang berhikmat, tidak hanya dalam kata-kata tetapi lebih-lebih dalam sikap, perbuatan dan karya-karya kami. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.