logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Sabtu, 25 Juli 2020

Selamat pagi ☕ “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” <Mat 20:20-28>

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 23 Juli 2020

Selamat pagi 🌻 “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar

Selengkapnya »

“Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku.”(22 Desember 2014)

Screen Shot 2014-06-14 at 8.40.18 AMDoa Pagi
Ya Bapa, berilah kepada kami, umat-Mu, hati tanpa beban serta penuh kegembiraan menyongsong kedatangan Putra-Mu, Pembebas sejati. Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.

Lukas (1:46-56)
Dalam kunjungannya kepada Elisabet, ketika dipuji bahagia, Maria memuliakan Allah dan berkata, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memerhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama Elisabet, lalu pulang ke rumahnya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Suatu kali, seorang isteri ditanya oleh suaminya, “Hal apa yang paling membuatmu bahagia dalam hidup ini?” Jawab sang isteri, “Ketika aku bisa melahirkan anak-anak kita ke dunia!” Mendengar jawaban tersebut, sang suami langsung memeluk isterinya dengan mesra. Jawaban sang isteri mungkin tampaknya sebuah jawaban yang mudah. Namun, kalau kita mengingat kesulitan dan beratnya seorang ibu ketika mengandung dan melahirkan anaknya, kita baru bisa menyadari bahwa jawaban di atas adalah sebuah jawaban yang luar biasa, yang keluar dari kebesaran hati seorang ibu. Dalam dunia medis dan ilmu psikologi, sikap penerimaan seorang ibu terhadap bayi yang dikandungnya, kelak mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan si bayi.
Injil hari ini berbicara tentang pujian Maria kepada Tuhan, yang biasa disebut Magnificat. Menarik sekali bahwa di dalam kata “magnificat” terkandung kata “magnus” yang artinya besar. Dengan demikian, pujian Maria ini adalah pujian besar atau pujian agung. Pujian agung ini keluar dari kebesaran hati Maria dalam menanggapi kehendak Allah. Sebagaimana kita ketahui bahwa Maria mengandung sebelum menikah dengan Yusuf; dan hukuman bagi wanita yang hamil di luar nikah pada zaman itu adalah hukuman mati dengan dilempari batu (dirajam). Oleh karena itu, kalau Maria mengungkapkan pujian yang begitu agung, tentu Maria memiliki kebesaran hati. Maria menerima karya Tuhan atas dirinya dengan besar hati. Bahkan, Maria berani menyebut karya Allah itu sebagai karya agung atas dirinya. Allah menjadi pusat dan tujuan hidup Maria. Hanya Allahlah yang membuat Maria bisa mengungkapkan pujiannya.
Sungguh suatu berkat dan bukan kebetulan, ketika kita merenungkan tentang pujian Maria, hari ini kita juga merayakan hari ibu. Mungkin peringatan hari ibu ini dimaksudkan untuk memberikan penghormatan khusus bagi para ibu yang telah bersedia dengan sepenuh hatinya melaksanakan kehendak Allah untuk melahirkan anak-anak yang Allah percayakan kepada mereka. Bersama Maria, para ibu diajak untuk juga mengungkapkan “magnificat” dan menerima kehendak Allah sebagai karya agung atas dirinya. Lebih dalam lagi, Tuhan ingin “melibatkan” para ibu dalam meneruskan karya agung-Nya di dunia ini.
Sumber : www.renunganpagi.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.