“Di dunia ini Anak Manusia memiliki kuasa pengampunan dosa.”(16 Januari 2015)

Screen Shot 2014-06-14 at 8.40.18 AMMarkus (2:1-12)
Selang beberapa hari sesudah Yesus datang ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Yesus memberitakan sabda kepada mereka, beberapa orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya ke hadapan Yesus karena orang banyak itu. Maka mereka membuka atap yang di atas Yesus. Sesudah atap terbuka, mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Melihat iman mereka, berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu, “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” Tetapi di situ duduk juga beberapa ahli Taurat. Mereka berpikir dalam hati, “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah! Siapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?” Tetapi Yesus langsung tahu dalam hati-Nya bahwa mereka berpikir demikian; maka Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh itu ‘Dosamu sudah diampuni’ atau mengatakan ‘Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah’? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.” – lalu berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu – : “Kepadamu Kukatakan: Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya, dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu. Mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya, “Yang seperti ini belum pernah kita lihat!”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Kelumpuhan membuat orang tidak berdaya, tidak bisa berjalan dan melangkah maju untuk menggapai tujuannya dengan cepat. Mungkin, kita pun sering mengalaminya. Bukan kelumpuhan fisik atau tidak berfungsinya kaki kita dengan baik tetapi lebih berupa rasa letih, loyo, tidak bersemangat dll sehingga terasa sulit dan berat untuk bangkit dan melangkah maju. Bisa jadi, hal tersebut disebabkan oleh kelelahan fisik, namun bisa juga disebabkan oleh dosa-dosa kita. Mungkin kita mempunyai dosa di masa lalu yang sengaja kita pendam tetapi selalu menghantui kita dengan rasa bersalah dan membuat kita tidak berdaya. Untuk itu, kita perlu dengan rendah hati datang untuk mengaku dosa supaya oleh imam yang melayani kita dibawa kepada Tuhan dan menerima pengampunan-Nya. Dengan demikian, kita akan dibebaskan dari beban dosa serta diberi kekuatan untuk maju dan rahmat untuk memperbaiki diri.Doa
Tuhan, bantulah kami dengan rahmat pengampunan-Mu agar kami mampu bangkit dari kelumpuhan kami untuk maju dalam kebaikan. Amin.

Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.