logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Sabtu, 25 Juli 2020

Selamat pagi ☕ “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” <Mat 20:20-28>

Selengkapnya »

Puncta Kamis, 23 Juli 2020

Selamat pagi 🌻 “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar

Selengkapnya »

“Barangsiapa melaksanakan kehendak Allah, dialah saudara-Ku.”(27 Januari 2015)

Screen Shot 2014-06-18 at 8.20.43 AMMarkus (3:31-35)
Sekali peristiwa datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus ke tempat Ia sedang mengajar. Mereka berdiri di luar, lalu menyuruh orang memanggil Yesus. Waktu itu ada orang banyak duduk mengelilingi Dia; mereka berkata kepada Yesus, “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka, “Siapa ibu-Ku? Siapa saudara-saudara-Ku?” Yesus memandang orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu, lalu berkata, “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku!”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Yesus sama sekali tidak menolak ikatan persaudaraan berdasarkan hubungan darah. Terhadap Maria, Ia juga tetap menghormatinya sebagai ibu yang telah mengandung, melahirkan dan mengasuh-Nya. Ketika Ia bergantung di salib dan Maria ada di dekat-Nya, Ia pun menyebut Maria, ibu-Nya. Namun, tampak di sini, Yesus hendak memperluas ikatan persaudaraan dengan-Nya, yang tidak hanya dibatasi pada hubungan darah saja tetapi berdasarkan iman. Ungkatan bahwa “blood is ticker than water” sudah tidak berlaku lagi. Sebab, dengan air pembaptisan, kita semua diangkat menjadi anak-anak Allah dan dengan demikian, kita semua dengan Yesus adalah saudara se-Bapa. Dan kita akan sungguh-sungguh menghayati persaudaraan tersebut, kalau kita benar-benar melakukan kehendak Bapa, utamanya adalah mengasihi Tuhan dan sesama.

Doa
Tuhan, bantulah kami agar kami mampu menghayati dengan baik hidup persaudaraan kami, baik dengan-Mu maupun dengan sesama kami. Amin.

Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.