“Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa.”(01 Februari 2015)

Screen Shot 2014-06-14 at 8.40.18 AMMarkus (1:21-28)

Pada awal karya-Nya Yesus beserta murid-murid-Nya tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu, di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau, yakni Yang Kudus dari Allah!” Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya, “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya, “Apa ini? Suatu ajaran baru? Guru ini berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun Ia perintah, dan mereka taat kepada-Nya!” Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Yesus ke segala penjuru di seluruh daerah Galilea.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan
Tidak sedikit orang yang memiliki jabatan tinggi dan penting dalam masyarakat ataupun Gereja sungguh menyadari kalau ia memang orang penting. Biasanya orang yang begini akan tampak dalam gayanya. Entah bergaya bos, berjarak dan tidak jarang cara memandangnya seperti meremehkan orang lain. Orang-orang begini lupa bahwa jabatan itu punya batas waktu, kekuasaan itu tidak selamanya. Suatu saat orang harus turun takhta, entah karena masa jabatannya habis, karena usia, atau karena diberhentikan/dilengserkan.
Orang-orang penting seperti di atas sebaiknya mengikuti teladan Musa pada bacaan pertama hari ini. Musa yang pada waktu itu menjadi tokoh nomor satu dalam bangsa Israel mengakui dengan rendah hati bahwa seorang nabi akan dibangkitkan oleh Tuhan Allah dari antara umat. Secara tersirat Musa mengakui bahwa ia bukanlah satu-satunya nabi. Lebih penting dari itu Musa menyadari bahwa yang utama dan pertama adalah Tuhan Allah sendiri yang membangkitkan nabi seturut kehendak-Nya. Akan tetapi kata-kata Musa pada bacaan pertama ini akhirnya menunjuk nabi agung yang akan dibangkitkan Allah sendiri. Dialah Tuhan Yesus Kristus yang dalam Injil hari ini tampil sebagai Musa baru. Yesus mengajar dan menyampaikan firman sebagai orang yang berkuasa. Dengan demikian, sebenarnya Injil sedang mewahyukan kepada kita siapa Yesus. Dialah Yang Kudus dari Allah sebagaimana diakui oleh orang yang kerasukan setan itu.
Kita diundang Allah untuk berperan tertentu, pada waktu tertentu, di tempat tertentu dan dengan tugas tertentu. Pemimpin masyarakat dan Gereja akan terus silih berganti. Bila kita pun menjadi pemimpin, akan berakhir pula masanya. Akan tetapi satu hal selalu tetap: Tuhan Yesus Kristus akan tetap hidup. Dialah sebenarnya sang pemimpin abadi, Dialah pemimpin sejati yang tak pernah diganti. Kita masing-masing hanyalah pelayan-Nya untuk tugas tertentu, di waktu tertentu dan tempat tertentu.

Doa
Ya Allah, Engkau telah mengutus Yesus Kristus, Putra-Mu untuk mengajar kami. Semoga berkat pengajaran-Nya yang penuh kuasa, kami semakin terbuka dan memusatkan perhatian pada Sabda yang akan membawa pengudusan bagi hidup kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.