“Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua”(05 Februari 2015)

loMarkus (6:7-13)

“Yesus mengutus murid-murid-Nya.”
Sekali peristiwa, Yesus memanggil kedua belas murid dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, kecuali tongkat; roti pun tidak boleh dibawa, demikian pula bekal dan uang dalam ikat pinggang; mereka boleh memakai alas kaki tetapi tidak boleh memakai dua baju. Kata Yesus selanjutnya kepada murid-murid itu, “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu, dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang ada di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.” Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat. Mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak, dan menyembuhkan mereka.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Setelah beberapa saat bersama-Nya, para murid tentu sudah mengalami, melihat dan mendengar banyak hal yang dilakukan dan diajarkan oleh Yesus. Mereka telah mendengar bahwa Yesus mewartakan “Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” (Mrk 1:14). Tentu juga ajaran-ajaran lainnya. Mereka juga melihat bagaimana Yesus mengusir setan dan menyembuhkan banyak orang sakit. Kini, saatnya mereka diutus untuk mempraktikkan apa yang mereka lihat dan dengar. Maka, dengan kuasa yang diberikan Yesus, mereka “memberitakan bahwa orang harus bertobat dan mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka”. Mereka diutus pergi berdua-dua, bukan sendiri-sendiri. Maksudnya adalah agar mereka juga menghayati kebersamaan dan kerjasama dalam perutusan. Sebab, nantinya mereka harus menjadi pondasi berdirinya Gereja, yakni komunitas umat beriman. Maka, kalau sampai saat ini, Gereja Katolik hidup sebagai persekutuan umat beriman yang solid dan mempunyai ikatan persaudaraan yang kuat, tentu tidak terlepas dari pondasi kebersamaan dan kerjasama yang ditanamkan oleh Yesus kepada para murid.
Doa
Tuhan, berilah kami rahmat-Mu untuk mampu menghayati kebersamaan dan kerjasama yang baik di mana pun kami berada, lebih-lebih dalam menjalankan tugas perutusan kami. Amin.Sumber : www.doakatolik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.