“Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”(11 Februari 2015)

Screen Shot 2014-06-14 at 8.40.18 AMMarkus (7:14-23)
Pada suatu hari, Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka, “Dengarkanlah Aku, dan camkanlah ini! Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskan dia! Tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya!” Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar! Sesudah itu Yesus masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak. Maka murid-murid bertanya kepada Yesus tentang arti perumpamaan itu. Yesus menjawab, “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Camkanlah! Segala sesuatu yang dari luar masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskan dia, karena tidak masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya lalu dibuang di jamban.” Dengan demikian Yesus menyatakan semua makanan halal, Yesus berkata lagi, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya! Sebab dari dalam hati orang timbul segala pikiran jahat, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Keluarga Pak Mikhael menolak anaknya Toto, yang lahir cacat akibat bisu dan tuli. Mereka mengabaikan pendidikannya dan Toto pun bertumbuh dengan persaaan terluka, karena tidak mendapat perhatian sama seperti adik dan kakaknya yang normal. Ia sering berkelahi dan bersikap kurang baik dengan siapa saja. Pak Mikhael kurang sadar bahwa manusia itu, meskipun ia berasal dari ”debu, namun ia memiliki napas kehidupan Allah”. Allah tinggal di dalamnya, mengerjakan segala sesuatu baginya dan menyelesaikannya juga. Manusia itu amat berharga di mata Allah, maka diberi-Nya tempat yang nyaman untuk hidup dalam Firdaus, dengan harapan agar manusia menjadi makhluk yang suci, memiliki hati nurani yang baik sehingga berkenan kepada-Nya.
Karena itu, Yesus menekankan bahwa yang membuat manusia itu najis dan kotor bukanlah yang tampak pada penampilan lahiriah, bukan juga karena makanan dan minuman yang ditelannya, melainkan pada sikap batin yang salah, yakni berpikir jahat, ingin bercabul, mencuri, membunuh, berzina, serakah, licik, berhawa nafsu jahat, iri hati, hujat, sombong, bebal. Hal-hal ini membuat manusia kehilangan Firdaus, baik kenyamanan maupun kebahagiaannya. Karena itu, setiap manusia kristiani hendaknya menjaga diri dari segala kenajisan batinnya.
Doa
Allah Bapa Mahaagung, kami Kaupanggil untuk hidup bebas. Semoga kami selalu terbuka terhadap segala kebaikan dan berhasil menyingkirkan kejahatan dari hati kami, sehingga sanggup mengabdi Engkau dengan tulus ikhlas. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Sumber : www.renunganpagi.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.