logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Selasa, 30 November 2021

“Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” <Mat 4:18-22> Setiap orang yang dibaptis khususnya, mempunyai tanggungjawab untuk menjadi murid-Nya

Selengkapnya »

Katekese Liturgi: Masa Prapaskah

Masa Prapaskah yg berlangsung selama 40 hari, akan dimulai pada hari Rabu Abu. Suasana masa Prapaskah sebaiknya diwarnai oleh semangat doa dan matiraga sebagai bentuk tobat, sebab masa ini dapat juga disebut sebagai “Retret Agung” seluruh umat beriman. Puasa dan pantang serta berbagai niat pertobatan yg diwujudkan secara konkret baik secara pribadi, keluarga, kelompok kategorial maupun kebersamaan umat di wilayah tertentu sangat dianjurkan selama masa Prapaskah ini. Begitu pula berbagai devosi, khususnya Jalan Salib pada hari Jumat, sangat dianjurkan. Biasanya setelah doa Jalan Salib diadakan Misa Kudus di gereja. Misa Kudus tersebut harus dimulai sejak awal.

Sumber: Misa Hari Minggu dan Hari Raya (edisi revisi) 2011, Yogyakarta: Kanisius, hlm. 172.

Apakah puasa itu?

Puasa adalah salah satu bentuk penyangkalan diri. Orang-orang kristen menyangkal diri dalam hal makanan, minuman, tidur atau kesenangan. Bukan karna tubuh itu jahat atau tubuh itu harus dihukum melainkan:

  1. Sebagai suatu bentuk doa permohonan kepada Allah
    2. Untuk mengingatkan kita akan kebaikan Allah dan ketergantungan kita yang total kepadaNya.
  2. Untuk melepaskan diri kita sementara waktu dari sesuatu hal yang baik dari dunia ini agar lebih dapat berpusat kepada Allah dan untuk mendengarkan Dia berbicara kepada kita dengan lebih jelas. (Mrk 2:13-20; Kis 13:2 ;14:23 ; 2 Kor 11:27). Penguasaan diri yang berasal dari praktik penitensi ini membebaskan kita untuk mengikuti Allah dengan lebih mudah.

Apakah pantang itu?

Untuk tidak makan daging selama beberapa waktu lamanya. Ini merupakan ciri penyangkalan diri yang khusus. Dalam perkembangan selanjutnya, pantang tidak hanya soal makan atau minum tetapi juga tidak melakukan hal-hal yang menjadi kegemaran kesukaan atau kebiasaan untuk merasa puas diri dan senang. Selain itu, macam jenis pantang bisa ditambahkan pula: rokok, garam, gula, telur, jajan, dsb. Keluarga/komunitas ataupun pribadi bisa memilih jenis pantang yang dirasa tepat sebagai bentuk pertobatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.