Tahirkanlah aku, ya Tuhan! (15 Februari 2015)

Beberapa kali saya dengar ungkapan pedih dari orang-orang yg menderita sakit berat: “Apa salah saya? Mengapa Tuhan menghukum saya dg penyakit spt ini?”
Belum lagi kadang ada stigma yg diberikan oleh orang-orang sekitarnya.
Sakit-penyakit pd dasarnya bukanlah suatu hukuman dari Tuhan tetapi tetap sakit-penyakit an sich yg kadang justru muncul krn tindakan kita sendiri yg tdk hidup sehat spt: merokok, minum-minuman keras, begadang, menggunakan narkotika, makan-minum melebihi batas, tdk mau berdiet & olah raga.
Kita diajak utk bertanggung jawab atas tubuh ini yg telah dikuduskan oleh Allah bahkan St. Paulus mengatakan, “Tdk tahukah kamu bhw tubuhmu adlh bait Roh Kudus……karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Kor 6:19-20).
Pertama, mari kita datang kpd Yesus dg kerendahan hati seperti orang kusta dlm Injil hari ini agar kita pun ditahirkan dari kenajisan rohani: sombong, bebal, dendam, marah, dsb. Janganlah pula kita mudah memberi stigma/cap jelek.
Justru kita diundang untuk berani spt Yesus yg datang, menjamah dan menyembuhkan yg disingkirkan/dicap jelek agar mereka kembali hidup dlm martabat manusia mulia.
Kedua, kita harus melaksanakan gaya hidup sehat & bukan gaya hidup ngawur dlm hal makan-minum/kebiasaan lainnya.
Tubuh dan jiwa kita ini kudus dan harus dijaga sehat sebagaimana pepatah Latin: Mens sana in corpore sano (jiwa yg sehat terdapat dlm badan yg sehat).***d2t

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.