logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Selasa, 30 November 2021

“Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” <Mat 4:18-22> Setiap orang yang dibaptis khususnya, mempunyai tanggungjawab untuk menjadi murid-Nya

Selengkapnya »

Hari Baik dan tak Baik

“Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya hari baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.” (Yer 17, 6)

SEPASANG penganten curhat karena rasa kesalnya. Rencana pernikahan sempat tertunda sampai tiga kali, dengan alasan kedua keluarga belum menemukan hari yang baik. Pembangunan rumah atau gedung akan dilaksanakan, setelah sesepuh menunjukkan hari baik.

Pembangunan diawali dengan membuat slametan dan tumpengan yang dinikmati para pekerja. Rencana mengunjungi saudara di luar Jawa terpaksa dirubah, karena hari yang ditentukan kurang baik. Tanah longsor tidak hanya menimbun rumah, manusia, hewan, tetapi juga mobil yang baru saja dibeli. Warga setempat berkomentar bahwa mobil tersebut dibeli pada hari yang tidak baik.

Hari-hari baik dan hari-hari tidak baik selalu menjadi bahan pertimbangan banyak orang untuk melakukan sesuatu. Banyak orang memilih hari yang baik untuk melangsungkan pernikahan, bepergian, membangun rumah atau melakukan tindakan penting yang lain. Mereka sering bertanya kepada orang tua atau sesepuh dan minta dicarikan hari baik. Orang tua akan melihat hari nasional dan juga hari pasaran dengan angka-angka, kemudian menentukan baik atau tidaknya.

Untuk mendapatkan hari baik, mereka harus menghindari hari-hari, yang bertepatan dengan hari meninggalnya sesepuh atau anggota keluarga yang lain. Bagaimanapun juga, orang memilih hari baik agar kehidupan mereka selamat dan terhindar dari hal-hal yang jahat atau tidak baik; agar pekerjaan dan kegiatan yang mereka lakukan mendatangkan berkat; agar mereka dijauhkan dari berbagai kesulitan, bencana atau petaka.

Nabi Yeremia mengajarkan bahwa seseorang tidak akan mengalami datangnya hari baik kalau hanya mengandalkan kekuatan dirinya dan hatinya jauh dari Tuhan. Hidupnya akan seperti semak, jauh dari rasa nyaman dan tenang.

Mari berusaha, tidak hanya menemukan hari baik; tetapi berusaha menjadi baik dari hari ke hari.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.