logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

WARTA PAROKI 9 Januari 2022

WARTA PAROKI 08-09 Januari 2022     Januari 2022 C/II Ujud Gereja Universal: Persaudaraan Sejati. Kita berdoa untuk mereka yang menderita karena perundungan dan diskriminasi

Selengkapnya »

PUNCTA

Puncta Senin, 24 Januari 2022

“Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.” <Mrk 3:22-30> Dosa melawan Roh Kudus berarti melawan

Selengkapnya »

Jangan Pilih Kasih

“Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.” (Luk 15, 29)

SAAT  pulang kampung, seorang ibu bercerita dengan berapi-api bahwa dirinya sudah bekerja selama 25 tahun di sebuah yayasan. Yayasan membuat acara syukuran dan makan bersama bagi para guru dan karyawan. Bersama dengan dua karyawan lain, ibu itu mendapatkan penghargaan dan ucapan terimakasih. Masing-masing mendapatkan hadiah cincin emas lima gram.

Banyak yayasan atau instansi melakukan hal ini, yakni memberi perhatian dan penghargaan kepada karyawan yang telah bekerja selama 25 tahun atau lebih. Bentuk perhatian dan penghargaan pun bermacam-macam, tergantung dari situasi dan kondisi setiap lembaga. Ada yayasan yang memberikan cincin, pakaian batik, perabotan memasak atau sekedar tumpengan dan makan bersama. Apapun bentuknya, yang utama dan penting adalah kesediaan untuk memperhatikan dan menghargai para karyawan.

Tidak adanya perhatian dan penghargaan bagi karyawan bisa menimbulkan kekecewaan atau kekesalan, seperti dialami oleh si anak sulung.

Dalam sebuah pertemuan para karyawan terungkap sebuah rasa kesal, “Bagaimana mungkin gaji karyawan yang sudah bekerja hampir 30 tahun kok hampir sama dengan karyawan yang baru bekerja 3 tahun?”

Perhatian dan penghargaan terhadap karyawan sering dilupakan karena kondisi dan situasi setiap lembaga atau yayasan berbeda-beda. Terbatasnya kekuatan finasial sering dijadikan alasan tidak adanya perhatian dan penghargaan terhadap karyawan.

Bagaimana pun juga, setiap orang ingin diperhatikan dan dihargai, baik dirinya maupun pekerjaannya. Banyak orang merasa senang, bangga, bombong dan bersemangat, ketika mendapatkan perhatian dan penghargaan dari orang lain, apapun bentuknya.

Penghargaan dan perhatian mendatangkan kegembiraan dan sukacita.

Teman-teman selamat malam dan selamat berakhir pekan. Berkah Dalem.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.