logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Jadwal Misa

Harian:
Senin-Sabtu 05.30 WIB (online)
Mingguan:
Sabtu sore 17.30 WIB
Minggu pagi 1 06.00 WIB
Minggu pagi 2 08.30 WIB (online)
Minggu sore 17.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Kabut

Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar.” (Hos 6, 4)

PAGI  tadi saya berangkat ke Purwosari dengan tujuan SMP Bhakti Mulia.Akan ada acara serah terima CSR dari Bank Mandiri untuk rehab ruang kelas yang terbakar. Saat keluar dari keuskupan suasana masih gelap.

Kabut pagi masih menutupi rumah, bangunan, pepohonan dan tanaman padi di daerah Kaliori, Banyumas. Rerumputan di kanan dan kiri jalan masih basah oleh embun pagi. Kabut pagi memang tidak tebal,namun tetap membuat banyak hal tertutup dan tidak nampak dengan jelas.

Perbukitan yang ada di sebelah utara dan selatan Banyumas nampak putih. Pepohonan dan tanaman lain tersembunyi di belakang kabut pagi. Nabi Hosea menggambarkan bahwa kasih setia bangsa terpilih itu seperti kabut pagi dan seperti embun. Kasih setia digambarkan seperti embun pagi, artinya mudah sekali menguap dan hilang, seiring terbitnya sinar matahari. Kasih setia yang hanya nampak sesaat dan cepat hilang.

Demikian halnya dengan kasih setia yang seperti kabut pagi. Ini merupakan kasih setia yang samar-samar dan tidak jelas. Kasih setia yang muncul sesaat dan begitu cepat hilang. Pengalaman bangsa terpilih mungkin juga menjadi pengalaman para murid yang lain dalam hal penghayatan kasih setia. Kasih setia pasti pernah muncul dalam diri para murid.

Namun demikian, kasih setia seringkali juga bisa semakin kabur, hilang dan bahkan tidak tampak. Kasih berubah jadi kebencian. Kesetiaan banyak kali diingkari. Kasih setia semakin lenyap seiring terbitnya suasana hidup yang makin panas oleh persaingan, permusuhan, pertengkaran dan berbagai macam konflik dalam hidup bersama.

Kasih setia itu seperti kabut dan embun pagi. Kasih setia seperti inikah yang ada dalam diriku?
Teman-teman selamat malam dan selamat berakhir pekan. Berkah Dalem.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.