logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Jadwal Misa

Harian:
Senin-Sabtu 05.30 WIB (online)
Mingguan:
Sabtu sore 17.30 WIB
Minggu pagi 1 06.00 WIB
Minggu pagi 2 08.30 WIB (online)
Minggu sore 17.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Sabda Hidup: Minggu, 15 Maret 2015

HARI  Minggu Prapaskah IV ARI

warna liturgi Ungu

Bacaan:2Taw. 36:14-16,19-23; Mzm. 137:1-2,3,4-5,6; Ef. 2:4-10; Yoh. 3:14-21 Mi. 7:7-9; Mzm. 27:1,7-8a,8b-9abc,13-14; Yoh. 9:1-41.

BcO Ibr. 7:1-11

Bacaan Injil Yoh. 3:14-21
14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, 15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. 19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; 21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

Renungan:
Dalam banyak kesempatan kita melihat dan mendengar kiprah orang tua untuk anak-anaknya. Mereka berlelah-lelah sedemikian rupa demi kehidupan dan perkembangan anaknya. Kala waktu pembayaran sekolah datang tak jarang mereka “menabrak” sana-sini supaya bisa membayar. Bahkan kadang mereka harus mengorbankan miliknya untuk memenuhi kebutuhan anaknya.

Kasih orang tua begitu tulus kepada anak-anaknya. Sangat jarang orang tua mengharap balasan anak-anaknya. Mereka tidak mengharap pemberian anak yang telah dibesarkan. Kasihnya tulus tercurah.

Allah pun begitu mengasihi kita anak-anakNya. Demi keselamatan kita, Ia memberikan AnakNya. “Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia” (Yoh 3:17). Allah sungguh mencintai kita, melebihi cinta orang tua kepada anak-anaknya.

Kontemplasi: Duduklah dengan tenang. Hadirkan dalam bayanganmu kebaikan-kebaikan orang tuamu.

Refleksi: Apa yang telah dan akan kaulakukan untuk menanggapi kebaikan orang tua dan Allah?

Doa: Tuhan kasihMu mengalir dalam hidupku melalui orang-orang di sekitarku. Sudilah Engkau memberkati hidup mereka. Amin.

Perutusan: Aku mensyukuri kasih Allah dan orang tuaku.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.