Sabda Hidup: Selasa, 17 Maret 2015

PERINGATAN St. Patrisius
warna liturgi Ungu

Bacaan: Yeh. 47:1-9,12; Mzm. 46:2-3,5-6,8-9; Yoh. 5:1-3a,5-16

BcO Ibr. 8:1-13

Bacaan Injil Yoh. 5:1-3a,5-16.
1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. 2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya 3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.

5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. 6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?” 7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”

8 Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” 9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. 10 Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.” 11 Akan tetapi ia menjawab mereka: “Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.”

12 Mereka bertanya kepadanya: “Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?” 13 Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu. 14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”

15 Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. 16 Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.

Renungan:
Membaca bacaan ini saya tertarik pada ingatan Yesus akan orang yang disembuhkan. “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk” (Yoh 5:14). Di antara banyak orang Yesus mengingat orang itu.

Ada banyak orang yang mempunyai kemampuan baik sekali dalam mengingat orang-orang yang pernah ditemuinya. Saat ketemu mereka langsung ingat yang ditemui. Bahkan ada yang ingat nama, alamat dll.

Pada mereka aku sering kagum.

Kemampuan mengingat adalah salah satu keutamaan seseorang. Mereka yang mampu mengingat akan membuat gembira mereka yang diingat. Kegembiraan itu sudah merupakan satu kesembuhan yang menghidupkan. Mari kita kembangkan kemampuan kita untuk mengingat.

Kontemplasi: Bayangkan suatu peristiwa di mana anda diingat oleh seseorang. Ia adalah orang yang telah lama tidak kautemui.

Refleksi: Tulislah pengalamanmu mengingat dan diingat orang lain.

Doa: Tuhan bantulah aku menghidupkan kemampuanku untuk mengingat sesamaku. Amin.

Perutusan: Aku akan mengingat sahabat lamaku.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.