logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Jadwal Misa

Harian:
Senin-Sabtu 05.30 WIB (online)
Mingguan:
Sabtu sore 17.30 WIB
Minggu pagi 1 06.00 WIB
Minggu pagi 2 08.30 WIB (online)
Minggu sore 17.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Sabda Hidup: Kamis, 26 Maret 2015

HARI Pekan V Prapaskah
warna liturgi Ungu

Bacaan: Kej. 17:3-9; Mzm. 105:4-5,6-7,8-9; Yoh. 8:51-59.

BcO Ibr. 12:1-13

Bacaan Injil Yoh. 8:51-59.

Renungan:
Orang-orang Yahudi kebingungan dengan yang dikatakan Yesus. Mereka melihat Yesus secara harafiah, “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” (Yoh 8:57). Namun Yesus menunjukkan pada mereka fakta metahistoris, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada” (Yoh 8:58). Keberadaan Yesus melebihi fakta historis usia dan keberadaan Abraham.

Ada banyak sisi yang bisa kita liat secara kasat mata dalam sejarah hidup kita. Mereka ini bisa kita hitung dengan cara kita. Namun selain itu banyak pula yang tidak bisa kita liat secara kasat mata. Padanya kita tidak bisa menghitungnya dengan cara hitung kita. Lalu apa yang bisa kita lakukan terhadap hal tersebut? Yang bisa kita lakukan adalah beriman. Kita mengimani yang tak mudah kita mengerti tapi itu ada dan terjadi. Kita mengakui dengan kerendahan hati bahwa kemampuan intelektual kita terbatas. Kita percaya pada hal yang tak mampu kita lihat.

Kontemplasi:   Bayangkan kisah dalam Injil Yoh. 8:51-59. Hadirkan pengalamanmu menghadapi sesuatu yang tak kaumengerti tapi harus kaupercayai.

Refleksi: Apa artinya bagimu mengimani Tuhan Yesus?

Doa: Ya Tuhan, ada banyak hal yang sering tidak kumengerti dan kupahami. Bantulah aku untuk tetap rendah hati mengakui dan percaya walau kadang tidak mengerti. Amin.

Perutusan: Aku akan membuka hati dan menyerahkan kepercayaanku pada penyelenggaraan Tuhan.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.