logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Selasa, 30 November 2021

“Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” <Mat 4:18-22> Setiap orang yang dibaptis khususnya, mempunyai tanggungjawab untuk menjadi murid-Nya

Selengkapnya »

Jangan Ngawur

“Sesudah itu ia berkata kepada sidang, ‘Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini!” (Kis 5, 35)

SEORANG siswa tiba-tiba berdiri dan melemparkan kursi kepada gurunya, ketika siswa tersebut diejek logat bicaranya.

Hal serupa juga terjadi dalam sebuah konggres parta politik. Konggres diawali dengan pembahasan agenda. Banyak peserta ingin omong dan berpendapat. Interupsi terjadi berkali-kali. Akhirnya terjadi kericuhan. Peserta emosi dan melemparkan kursi, sehingga beberapa peserta terluka.

Di lembaga lain, juga terdapat rapat dengar pendapat tentang suatu tema. Pembahasan tidak lancar dan akomodatif. Peserta sidang banyak yang emosi juga, sehingga mereka saling adu jotos. Saling lempar kursi dan adu jotos merupakan tindakan yang spontan muncul dari orang-orang yang sedang emosi.

Mereka tidak mampu mengendalikan emosinya, sehingga meluap dalam berbagai bentuk tindakan kekerasan, yang bisa menimbulkan kurban atau kerugian orang lain. Tindakan emosional dan spontan tidak memberikan kesempatan bagi seseorang untuk berpikir secara jernih dan membuat pertimbangan matang hal-hal yang akan dilakukan, khususnya akibat yang akan timbul, kurban yang akan jatuh, kerugian yang bakal terjadi serta berbagai macam dampak lainnya.

Pengalaman seperti ini tentu tidak hanya terjadi di dalam kelas, di tempat konggres atau dalam sebuah sidang. Tindakan seperti ini juga bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan dialami oleh siapa saja, khususnya mereka yang tidak bisa mengendalikan emosinya dan tidak bisa berpikir jernih.

Dalam situasi seperti ini, kata-kata Gamaliel sungguh menggema, “Pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini!” Jangan nekat, jangan grusah-grusuh, jangan emosional, jangan ngawur.

Sejauh mana saya mempertimbangkan baik-baik berkaitan dengan hal-hal yang kuperbuat bagi orang lain?

Teman-teman selamat pagi dan selamat menikamti libur akhir pekan. Berkah Dalem.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.