“Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan”(29 April 2015)

Yohanes (12:44-50)
“Aku telah datang ke dunia sebagai terang.”
Sekali peristiwa, Yesus berseru di hadapan orang-orang Farisi yang percaya kepada-Nya, “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia percaya bukan kepada-Ku, tetapi kepada Dia yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia yang telah mengutus Aku. Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, bukan Aku yang menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan; itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. Sebab bukan dari diri-Ku sendiri Aku berkata-kata, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku, untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Hari ini Gereja memperingati Sta. Katarina dari Siena. Ia lahir pada tahun 1347 dari keluarga sederhana. Katarina bukanlah anak yang pandai. Ia tidak pandai menulis. Ketrampilan membaca juga hanya semampunya. Namun, dalam usia 6 tahun ada semacam tanda surgawi bahwa ia dipilih oleh Allah untuk suatu tugas khusus dalam Gereja. Ia mendapat penampakan Kristus di atas Gereja St. Dominikus. Penampakan Yesus itu mengubah diri Katarina. Ia suka menyendiri untuk berdoa. Ibunya tidak suka, maka ia dipekerjakan di dapur. Tugas itu diterimanya dengan rajin dan rendah hati. Ia kemudian masuk ordo ketiga Santo Dominikus.
Di biara ia memiliki cara hidup yang luar biasa. Ia setia menjalankan meditasi dan doa di samping karya amal dan kerasulannya. Kerohanian dan kepribadiannya yang menarik membuat dia diberi kepercayaan lebih. Ia memiliki karisma yang besar untuk mempengaruhi banyak orang. Ia berhasil membawa kembali banyak pendosa kepada Tuhan. Atas semua karya itu, ia tetap rendah hati. Ia mengaku diri hanyalah alat Tuhan untuk menegakkan kemuliaan-Nya. Ia meninggal pada tahun 1380 dalam usia 33 tahun.
Apa yang dilakukan oleh Sta. Katarina memang mengagumkan. Ia bagaikan pribadi yang memberi harapan kepada banyak orang seperti yang dialami oleh Yesus dalam bacaan hari ini. Orang-orang bergembira atas kedatangan Yesus yang memberi harapan akan keselamatan serta keteladanan akan hidup yang rendah hati. Dari sini kita bisa belajar untuk membangun hidup yang bisa memberi harapan pada banyak orang. Kita lakukan apa saja yang bernilai bagi mereka. Kita tidak ingin dikagumi, tetapi setidak-tidaknya memberi inspirasi pada mereka akan cara hidup yang baik yang memberi arti dan pengharapan. Dengan cara inilah hidup akan lebih bermakna dan membawa kebahagiaan. Pengalaman iman sangat membantu kita untuk mengikuti jejak Yesus dalam mengembangkan cara hidup yang bernilai.
Doa
Ya Allah, Engkau mengobarkan hati Santa Katarina dengan kasih ilahi setiap kali ia merenungkan sengsara Kristus dan melayani Gereja-Mu. Semoga berkat doa dan permohonannya umat-Mu, yang dipersatukan dengan misteri Kristus, selalu bersukacita memandang kemuliaan-Nya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Sumber : www.renunganpagi.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.