“Tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu daripadamu.”(15 Mei 2015)

Yohanes (16:20-23a)
“Tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu daripadamu.”
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira, dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa pada-Ku.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Hidup kita terdiri dari duka dan suka. Yesus mengingatkan para murid bahwa mereka pun akan berdukacita karena kematian-Nya, namun berganti sukacita karena kebangkitan-Nya. Ia melukiskan hal itu seperti seorang wanita yang merasakan sakit selama proses persalinan dan segera bersuka setelah kelahiran anaknya. ‘Sakit bersalin’ ibarat kerinduan umat Perjanjian Lama akan Mesias, dan penderitaan para murid pada ‘hari-hari terakhir’.
Seperti Paulus, kita diutus untuk membangun Kerajaan Allah di dunia ini. Tetapi, membangun Kerajaan Allah bukan seperti membangun sebuah gedung pencakar langit yang pada saatnya akan selesai dan mendatangkan sukacita. Kita berhadapan dengan manusia yang memiliki akal budi dan kehendak bebas. Tuhan sendiri yang akan menyempurnakan upaya kita pada akhir zaman.
Sangatlah menggembirakan ketika Yesus bersabda bahwa bukan dukacita melainkan sukacitalah yang akan menang. Dengan bangkit jaya, Yesus telah mengalahkan duka akibat dosa dan maut. Roh Kudus adalah tanda penyertaan Tuhan bagi kita sampai akhir zaman.“Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau…”
Doa
Allah Bapa Pokok Keselamatan kami, berkat kebangkitan Kristus kami lahir kembali dalam pembaptisan dan menerima hidup baru. Arahkanlah hati kami kepada Kristus, yang kini duduk di sisi kanan-Mu. Semoga kami Kauanugerahi hidup abadi, bila Penyelamat kami datang dalam kemuliaan. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
Sumber : www.renunganpagi.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.