“Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” (31 Mei 2015)

Matius (28:16-20)
“Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”
Sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati, kesebelas murid berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
KESATUAN KASIH ALLAH TRITUNGGAL
Pada hari ini Gereja merayakan hari raya Tritunggal Mahakudus. Perayaan ini adalah bagian inti dari iman Kristiani. Kita percaya pada satu Allah dengan tiga pribadi yang berbeda, yaitu Bapa, Putra dan Roh Kudus.
Menurut Katekismus Gereja Katolik dikatakan bahwa pengakuan iman ini pertama kali diucapkan pada saat Pembaptisan. Jadi, pengakuan iman adalah pengakuan Pembaptisan karena Pembaptisan dilakukan dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus (Mat 28:19). Maka, kebenaran-kebenaran iman yang diakui waktu Pembaptisan disusun sesuai hubungannya dengan Tiga Pribadi Tritunggal Mahakudus (KGK, 189). Dengan dasar ini, maka setiap hari kita selalu menyapa Tritunggal dalam doa-doa kita, khususnya saat membuat Tanda Salib.
Saudara-saudara, iman akan Tritunggal Mahakudus adalah iman akan satu Allah. “Hanya Tuhan Allah di langit dan di bumi, tidak ada yang lain” (Ul 4:39). Namun, Allah yang tunggal itu terdiri atas tiga pribadi, yaitu: Allah Bapa (Pribadi pertama), Allah Putra (Pribadi kedua), dan Allah Roh Kudus (Pribadi ketiga). Ketiga pribadi tersebut merupakan satu kesatuan (Yoh 5:7). Yesus menunjukkan persatuan yang tak terpisahkan dengan Allah Bapa, “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30); “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa…” (Yoh 14:9). Allah Bapa sendiri menyatakan bahwa Yesus adalah Anak-Nya yang terkasih, yaitu pada waktu pembaptisan Yesus (Luk 3:22) dan waktu Yesus dimuliakan di atas Gunung Tabor (Mat 17:5).
Selain menyatakan kesatuan-Nya dengan Allah Bapa, Yesus juga menyatakan kesatuan-Nya dengan Roh Kudus, yaitu Roh yang dijanjikan-Nya kepada para murid dan disebut-Nya sebagai Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa (Yoh 15:26). Roh Kebenaran ini adalah Roh Yesus sendiri, sebab Ia adalah Kebenaran. Yesus menegaskan kembali pada pesan terakhir-Nya sebelum naik ke surga, “…Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus…” (Mat 28:18-20).
Kesatuan Bapa, Putra dan Roh Kudus yang adalah tiga Pribadi Allah yang Tunggal, didasari oleh kasih yang sempurna demi keselamatan manusia. Karena kasih-Nya yang begitu besar, Allah Bapa menciptakan manusia dan menghendaki agar manusia ciptaan-Nya itu selamat (bdk. LG, 2). Kenyataannya, manusia jatuh ke dalam dosa yang menyebabkan kematian dan manusia tidak dapat mengatasinya. Namun, kasih Allah tetap berlaku. Ia tetap menghendaki keselamatan bagi manusia. Oleh karena itu, Bapa mengutus Putra-Nya, Yesus Kristus, untuk menebus manusia. Melalui wafat dan kebangkitan Yesus, Sang Allah Putra, terlaksanalah karya penyelamatan umat manusia (bdk. LG, 3). Sesudah Yesus bangkit dan naik ke surga, diutuslah Roh Kudus untuk meneruskan karya keselamatan Allah dengan membimbing peziarahan hidup kita menuju keselamatan abadi (bdk. LG, 4).
Oleh karena itu, merayakan Tritunggal Mahakudus berarti merayakan dan mengalami misteri kasih Allah yang Tunggal demi keselamatan kita. Karya keselamatan itu, direncanakan dan dikehendaki oleh Allah Bapa, dilaksanakan oleh Allah Putra, dan diteruskan serta dijamin oleh Allah Roh Kudus. Demikianlah, ketiga pribadi Tritunggal mewahyukan Diri masing-masing dalam tugas yang dapat dibedakan namun tidak dapat dipisahkan karena ketiganya merupakan satu kesatuan.
Perintah Yesus hari ini untuk pergi, menjadikan semua bangsa murid-Nya, dan membaptis dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus, tidak perlu ditafsirkan sebagi perintah untuk “mempertobatkan” atau menjadikan semua orang menjadi Katolik. Tidak. Tetapi, perintah ini dapat dimengerti, misalnya, “Kalian akan pergi ke mana-mana dan menjumpai berbagai macam orang; perlakukanlah mereka itu sebagai murid-Ku!”
Jadi, tekanannya adalah agar kita memperlakukan semua orang sebagai sesama murid. Dengan demikian, kita selalu terbuka untuk saling belajar bagaimana menjadi murid yang baik dengan hidup yang benar dan suci.
Doa
Allah Bapa, dengan mengutus Sabda Kebenaran dan Roh Pengudus ke dalam dunia, Engkau telah mengungkapkan kepada manusia misteri-Mu yang mengagumkan. Semoga dengan iman yang benar kami mengakui kemuliaan Tritunggal yang kekal dan menyembah keesaan-Nya dalam keagungan kuasa-Nya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
Sumber : www.renunganpagi.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.