Seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. (12 Juni 2015)

Yohanes (19:31-37)
“Lambung Yesus terbuka, dan mengalirlah darah serta air keluar.”
Hari Yesus wafat adalah hari persiapan Paskah. Supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib, sebab Sabat itu adalah hari yang besar maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang yang disalibkan itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. Maka datanglah prajurit-prajurit, lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus. Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus, dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya. Tetapi salah seorang dari prajurit itu menikam lambung Yesus dengan tombak, dan segera mengalirlah darah serta air keluar. Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberi kesaksian ini, dan kesaksiannya benar! Dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci, “Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan” dan nas lain yang mengatakan, “Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Seorang anak memberi hadiah kepada ibunya yang sedang berulang tahun. Sang ibu membuka kotak yang diberikan oleh anaknya dan perlahan-lahan tampak bahwa hadiah tersebut adalah sebuah lukisan berbingkai. Tetapi, sang ibu merasa bingung. Ia bertanya kepada anaknya, “Ini lukisan apa, Nak? Kok semuanya berwarna merah, hanya warna merah?” Jawabnnya, “Itu gambar hati!” Tetapi sang ibu masih tetap merasa bingung, “Tapi apa artinya, sayang?” Anak itu pun tersenyum dan dengan bangga berkata, “Itu gambar hati, ibu, … ya … gambar hati ibuku, hati yang selalu mencintai dan berkorban untuk saya, tapi saya tidak menemukan kertas yang cukup besar untuk dapat melukiskan hati ibu yang begitu besar…, besar sekali…. kertas itu terlalu kecil untuk menggambarkan hati ibu….”
Hati adalah inti terdalam dari manusia dan mengungkapkan siapakah manusia itu. Hari ini kita mau belajar dari Hati Yesus yang Mahakudus. Dalam Injil hari ini dikatakan dengan sangat indah, “Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam” (Yoh 19:37). Ayat ini mengundang kita untuk mengundang Yesus yang mengorbankan hidup-Nya di kayu salib demi menebus dosa-dosa kita. Cinta Yesus sungguh total. Kita sulit menggambarkan Hati Yesus: begitu suci dan selalu mencintai kita meskipun kita penuh dengan dosa. Hati Yesus begitu luas dan dalam seperti samudera sehingga tidak ada seorang pun yang sanggup mengerti dan memahaminya.
Margareta Maria Alacoque (1647-1690) menerima tugas Kristus yang menampakkan diri-Nya beberapa kali, untuk menyebarluaskan kebaktian kepada Hati-Nya yang Mahakudus. Kepada siapa saja yang menghormati Hati Kudus Yesus secara istimewa, Dia menjanjikan rahmat-rahmat-Nya. Salah satunya ialah para pendosa akan menemukan dalam hati-Nya sumber dan samudera belas kasihan yang tak terbatas.
Sebagai orang beriman Kristiani kita dipanggil untuk menjadi pewarta Hati Yesus yang Mahakudus. Caranya, pertama, dengan mengakui bahwa kita adalah orang-orang berdosa namun sadar bahwa Hati Tuhan selalu terbuka bagi kita, kapan pun dan dalam situasi apa pun. Kedua, dengan membawa Hati Yesus yang penuh cinta itu kepada saudara-saudari yang ada di sekitar kita, khususnya mereka yang kurang mengalami cinta.
Doa
Allah Yang Mahakuasa, perkenankanlah kami untuk memuliakan Hati Putra-Mu dan mengenang karya besar cinta kasih-Nya bagi kami. Jadikanlah kami layak untuk menimba anugerah yang mengalir secara berlimpah dari sumber ilahi itu. Dengan pengantaraan Kristus itu juga yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Sumber : www.renunganpagi.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.