logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Misa Online

Senin-Sabtu 05.30 WIB
Minggu 08.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

Puncta Selasa, 30 November 2021

“Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” <Mat 4:18-22> Setiap orang yang dibaptis khususnya, mempunyai tanggungjawab untuk menjadi murid-Nya

Selengkapnya »

“Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” (17 Juli 2015)

 Matius (12:1-8)

“Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

Pada suatu hari Sabat, Yesus dan murid-murid-Nya berjalan di lading gandum. Karena lapar murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada Yesus, “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.” Tetapi Yesus menjawab, “Tidakkah kalian baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengikutnya lapar? Ia masuk ke dalam bait Allah, dan mereka semua makan roti sajian yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam. Atau tidakkah kalian baca dalam Kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam bait Allah, namun tidak bersalah? Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi bait Allah. Seandainya kalian memahami maksud sabda ini, ‘Yang kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan’, tentu kalian tidak akan menghukum orang yang tidak bersalah. Sebab Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Tidak dapat diingkari bahwa manusia selalu membutuhkan aturan untuk dapat bertahan hidup. Paling kurang ada tiga jenis aturan yang harus dipatuhi manusia agar hidupnya menjadi semakin manusiawi. Pertama, aturan kosmis, yakni dalam bentuk pergantian hari dan pergantian musim. Kedua, aturan tubuh manusia itu sendiri, dalam bentuk rasa lapar, haus, ngantuk, lelah, dan lain sebagainya. Ketiga, aturan yang lebih artifisial, seperti hukum adat, hukum sipil, dan aturan komunitas dan lembaga lainnya. Aturan-aturan ini harus ditaati agar seseorang bisa bertahan hidup dengan kualitas yang baik. Jika seorang manusia, misalnya tidak pernah mau mematuhi rasa laparnya dengan makan secara teratur, dapat dipastikan bahwa hidupnya tidak akan bertahan lama. Jika setiap hari ia bekerja dan tidak pernah peduli dengan rasa lelah atau ngantuknya, dapat dipastikan juga bahwa usia hidupnya amatlah pendek. Aturan mesti dihargai agar kemanusiaan semakin diangkat dan dimuliakan.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus sekali lagi menegaskan pentingnya peran aturan untuk mengangkat dan memuliakan kemanusiawian manusia. Aturan yang dihayati tidak boleh merendahkan, apalagi membinasakan manusia. Aturan mesti ditegakkan untuk membela kemanusiaan. Ketika tidak lagi membela kemanusiaaan, dan malah melecehkannya, aturan itu dapat dilanggar dan dibatalkan. Manusia adalah tuan atas aturan, dan manusia dapat melangkahi atau melompati aturan yang ada jika ada nilai kemanusiaan yang lebih tinggi yang sedang diperjuangkan. Dengan kata lain, aturan harus mengabdi pada kebaikan yang lebih tinggi, dan bukan sebaliknya kita membatalkkan sebuah perbuatan baik hanya karena takut melanggar aturan. Cinta dan belas kasih berada jauh di atas semua aturan yang ada, karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.

Doa

Allah Bapa Yang Mahabaik, sebagai bekal dalam perjalanan Engkau telah memberi kami rezeki, yaitu Yesus, Anak Domba Paskah baru. Semoga Engkau berkenan datang dan mencipta baru kami pada waktu kami berkumpul memuji nama-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.