“Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah” (Senin, 10 Agustus 2015)

Yohanes (12:24-26)
“Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.”
Menjelang akhir hidup-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya. Tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikuti Aku, dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan
Banyak orangtua yang heran dengan pengalaman-pengalaman ini. Anak mereka pandai dan jadi juara, bisa menerima beasiswa untuk studi ke luar negeri, atau bisa mendapat ikatan dinas dan diterima bekerja di tempat yang menjanjikan, padahal mereka sendiri, orangtuanya, tidak lulus SD, wawasannya terbatas, penghasilannya pas-pasan, dan seterusnya. Memang banyak peristiwa mengagumkan terjadi dalam hidup kita atau keluarga kita, padahal diri kita ini orang biasa-biasa saja dan tidak berbuat apa-apa.

Tentu akan ada banyak kemungkinan jawaban: karena memang ada usaha, ada perjuangan, orangnya tahan banting, berdisiplin dan seterusnya. Akan tetapi, satu jawaban yang mungkin paling mendasar adalah apa yang dikatakan Santo Paulus pada bacaan pertama hari ini: “Ia yang menyediakan benih bagi para penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu, dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.” Jadi, Tuhanlah yang sebenarnya membuat itu semua, Tuhanlah yang memungkinkan itu semua, dan terutama: Tuhanlah yang melipatgandakannya! Tuhan melipatgandakan, artinya Tuhan yang membuat berbagai peristiwa yang mengagumkan dalam hidup kita maupun orang-orang di sekitar kita. Itu sebuah pelipatgandaan yang asal-usulnya dari Tuhan sendiri.

Pada banyak hal, saat kita diutus untuk berkarya dalam suatu tugas pelayanan atau jabatan tertentu, Tuhan sebenarnya hanya menghendaki agar kita berani untuk membuat langkah-langkah konkret sesuai tugas pelayanan kita itu. Namun, bagaimana langkah itu dapat menjadi sebuah gerakan yang mengagumkan dan mengherankan akhirnya mesti kita serahkan kepada Tuhan. Dialah yang sanggup melipatgandakannya.

Doa
Allah Bapa, cahaya abadi yang cemerlang, karena cinta kasih ang berapi-api, Santo Laurensius menjadi pelayan-Mu yang setia dan martir-Mu yang mulia. Semoga kami mengasihi yang dikasihinya dan melaksanakan yang diajarkannya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Sumber : www.renunganpagi.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.