“Beberapa wanita menyertai Yesus dan melayani Dia dengan harta bendanya.”(18 September 2015)

Lukas (8:1-3)
“Beberapa wanita menyertai Yesus dan melayani Dia dengan harta bendanya.”
Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid menyertai Dia, dan juga beberapa wanita, yang telah disembuhkan-Nya dari roh-roh jahat serta berbagai macam penyakit, selalu menyertai Dia. Para wanita itu ialah: Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh setan; Yohana, isteri Khuza, bendahara Herodes, Susana dan masih banyak lagi yang lain. Wanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan
Dalam paguyuban umat Allah yang disebut Gereja, ada banyak hal yang perlu dan harus dilakukan oleh seluruh umat. Hidup matinya Gereja, berkembang tidaknya Gereja sebenarnya ditentukan oleh seluruh umat. Pandangan lama yang mengatakan Gereja sepenuhnya tergantung pada pastor atau gembalanya, memang tak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak benar juga. Pastor bertugas melayani dan menggembalakan umat, khususnya dalam hal sakramen yang memang tidak bisa digantikan oleh awam. Namun demikian, masih ada banyak hal yang memerlukan keterlibatan seluruh umat, malah ada yang tidak bisa dilakukan pastor sendiri.

Dalam bacaan Injil hari ini, disodorkan permenungan mengenai keterlibatan perempuan-perempuan dalam karya pelayanan Yesus. Perempuan yang dalam tradisi Yahudi tidak pernah tampil secara publik ternyata mampu melibatkan diri dalam karya Yesus. Keterlibatan mereka tidak harus melawan atau menunggu perubahan tradisi yang waktu itu memang sangat kuat. Mereka melibatkan diri dengan segala kemampuan dan kesempatan yang bisa mereka gunakan di tengah berbagai kesulitan dan keterbatasan yang harus mereka terima.

Terlibat dalam karya Allah bisa melalui berbagai hal. Masing-masing dari kita tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain mengenai cara, kuantitas, maupun kualitas keterlibatan kita. Masing-masing dari kita memang memiliki keterbatasan, tetapi Allah selalu memberikan kelebihan dan kesempatan bagi kita untuk terlibat dalam karya-Nya. Mengapa kita lebih suka melihat satu noda hitam dalam kertas putih yang begitu lebar daripada melihat kertas putih lebar dengan satu titik kecil di dalamnya? Keterlibatan kita adalah kehendak Allah. Tidak mungkin Allah membiarkan kita tanpa bekal kalau menghendaki kita terlibat dalam karya-Nya. Dia pasti memberi kita bekal yang cukup, bahkan lebih dari cukup supaya kita bisa terlibat dalam karya-Nya. Bagaimanakah kita sudah, sedang, dan akan terlibat dalam karya Allah? Manakah kesempatan dan bekal yang mestinya kita gunakan untuk melibatkan diri dalam karya Allah?

Doa
Allah Bapa kami sumber kekuatan, ajarilah kami mengimani dan memahami pewartaan Putra-Mu terkasih. Semoga Engkau selalu mendampingi kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Sumber : www.renunganpagi.blogspot.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.