logo karangpanas

Gereja St. Athanasius Agung
Paroki Karangpanas

Jl. Dr. Wahidin 108 Semarang

Paroki KarangpanaS

Jadwal Misa

Harian:
Senin-Sabtu 05.30 WIB (online)
Mingguan:
Sabtu sore 17.30 WIB
Minggu pagi 1 06.00 WIB
Minggu pagi 2 08.30 WIB (online)
Minggu sore 17.30 WIB

Puncta

Puncta hari ini
Membaca adalah jiwa

Berita Paroki

Berita paroki Karangpanas terbaru

Warta Paroki

Warta Paroki Terbaru
Klik disini

Video Komsos

Subscribe channel YouTube Komsos Karangpanas

Kolekte

Link donasi dan kolekte
Klik disini

gereja lama

narahubung

(024) 8312595

+62 812-1620-3348

WARTA PAROKI

PUNCTA

“Engkaulah Kristus dari Allah! Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan.”(25 September 2015)

Lukas (9:18-22)
Engkaulah Kristus dari Allah! Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan.”

Pada suatu ketika Yesus sedang berdoa seorang diri. Maka, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Yesus lalu bertanya kepada mereka, “Kata orang banyak siapakah Aku ini?” Mereka menjawab, “Yohanes Pembaptis; ada juga yang mengatakan: Elia; ada pula yang mengatakan: Salah seorang nabi dari zaman dulu telah bangkit.” Yesus bertanya lagi, “Menurut kalian, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus, “Engkaulah Kristus dari Allah.” Dengan keras Yesus melarang mereka memberitakan hal itu kepada siapa pun. Ia lalu berkata, “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh para tua-tua, oleh para imam kepala dan para ahli Taurat, lalu dibunuh, dan dibangkitkan pada hari ketiga.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan 
Identitas menjadi sangat penting untuk seseorang yang hidup di dunia ini. Siapa namanya, apa perkerjaannya, latar belakang keluarganya, keahliannya apa, tingkat pendidikannya apa, dan seterusnya. Setiap kita pasti memiliki identitas. Demikian juga Yesus. Selama hidup di dunia, Ia pun ingin mempertegas siapa identitas-Nya menurut orang-orang di sekitar-Nya yang selama ini hidup dan berkarya bersama-Nya. Akan tetapi, yang menarik adalah ketika diungkap bahwa Ia adalah Mesias, Yesus langsung menghardik murid-murid-Nya agar jangan mengatakan hal itu kepada siapa pun. Mengapa demikian?

Jawabannya terkait dengan situasi politik saat itu. Adalah sesuatu yang sangat sensitif ketika menyebut kata ”mesias” pada zaman itu, karena pasti akan segera digasak oleh penguasa karena pasti konotasi dari kata ”mesias” adalah seorang pemberontak yang akan mengambil alih kekuasaan mereka.

Persis inilah yang semua orang pada zaman itu tidak memahami siapa Yesus. Mesias yang sejati justru akan mati di kayu salib secara mengenaskan. Yesus adalah seorang Mesias yang mau mati untuk kita dan merasakan penderitaan manusia.

Doa
Allah Bapa kami, sumber kedamaian sejati, janganlah kiranya Roh-Mu sampai meninggalkan kami, tetapi semoga kami Kauberi harapan akan kedamaian sejati selama masih ada orang di dunia. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Sumber : www.renunganpagi.blogspot.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.