“Tuhan, ajarlah kami berdoa.”(07 September 2015)

Lukas (11:1-4)
“Tuhan, ajarlah kami berdoa.”

Pada waktu itu Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-murid-Nya.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Bila kalian berdoa, katakanlah: ‘Bapa, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan yang secukupnya, dan ampunilah dosa kami sebab kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan
Salah satu hal yang paling membahagiakan dalam hidup kita adalah pengalaman diampuni. Saling memaafkan membuat relasi semakin akrab dan, belajar dari kesalahan, orang membangun hidup dan kinerja yang semakin baik.
Kita dapat memaklumi jika Yesus mengajarkan hal saling mengampuni sebagai salah satu hal pokok dalam ajaran-Nya tentang hal berdoa sebagaimana dimintakan oleh para murid-Nya. Para murid diajarkan-Nya untuk senantiasa memohonkan pengampunan atas salah dan dosa mereka di hadapan Allah dan belajar juga untuk tahu mengampuni orang yang melakukan kesalahan kepada mereka. Mengapa kita boleh meminta pengampunan pada Allah? Kepada orang-orang Niniwe Allah memperlihatkan kasih dan sayang-Nya dengan mengampuni dosa dan pelanggaran mereka dan membatalkan rencana untuk menghancurkan kota itu beserta semua penghuninya. Allah akan menyayangi umat-Nya yang melakukan kehendak-Nya, yang bertobat dari cara hidup yang tidak berkenan kepada-Nya. Jika kita bisa merasa bahagia karena diampuni Allah, bukanlah kita juga membahagiakan orang ketika kita mengampuni mereka?

Hari ini kita juga memperingati SP Maria, Ratu Rosario. Peringatan wajib ini tidak lepas dari sebuah peristiwa ajaib yang terjadi dalam perang salib, dimana harapan akan pertolongan Tuhan melalui doa rosario yang dipanjatkan Gereja sedunia di bawah komando Paus Pius V, terkabulkan. Ketika itu, pasukan Kristen di bawah pimpinan Don Johanes dari Austria berhasil memukul mundur pasukan Turki (Islam) di Lepanto, 7 Oktober 1571. Inilah hari kemenangan rosario. Kita percaya bahwa doa rosario yang kita panjatkan dalam persatuan dengan Bunda Maria mempunyai kekuatan dahsyat untuk mengubah hidup kita dan membuat Allah tidak bisa menahan rahmat-Nya memenuhi kita. Betapa tidak, karena setiap kali mendaraskan doa rosario itu, kita mengucapkan dua ‘doa ajaib’, yang diwariskan Tuhan sendiri bagi kita, yakni ‘Bapa Kami’ dan ‘Salam Maria’.
Doa 
Allah Bapa Yang Mahamurah, kami mengetahui dari kabar malaikat bahwa Yesus Kristus, Putra-Mu, menjadi manusia. Kami mohon, curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, supaya berkat sengsara dan salib-Nya kami diantar kepada kebangkitan mulia. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Sumber : www.renunganpagi.blogspot.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.