Masih Tentang Kemurahan Hati

Sabtu, 7 November 2015
Pekan Biasa XXXI
Sabtu Imam
Rom 16:3-9.16.22-27
Mzm 145:2-5.10-11; Luk 16:9-15

Yesus bersabda, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.”

KEMARIN kita baca Injil tentang Yesus yang mengajak para murid untuk belajar dari bendahara yang secara cerdik bermurah hati membangun persahabatan dan mengantisipasi masa depan yang aman dan bahagia.
Memberi dengan murah hati berkaitan dengan kedermawanan, berbagi harta dan kekayaan dengan sesama yang membutuhkan.

Kita punya peribahasa: Sahabat sejati adalah sahabat yang hadir saat kita membutuhkan pertolongan. Orang yang menerima bantuan kita menjadi sahabat kita sebab kita berbelas kasih padanya di saat ia membutuhkan pertolongan kita. Lebih dari kita, Allah berbelas kasih pada kita bahkan penuh pengampunan dan menolong kita dalam Yesus Kristus. Maka selayaknyalah kita melayani Dia dan mengandalkan-Nya semata.

Kita bisa melayani Dia melalui kemurahan hati kepada sesama. Kemurahan hati sejati selalu memperkaya kita berlipat ganda. Karena itu jangan takut bersikap murah hati.

Namun kita tidak bisa menyamai kemurahan hati Allah. Ia telah memberikan yang terbaik kepada kita yakni Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal. Dialah yang menawarkan kepada kita hidup baru melalui salib-Nya. Kita menyembah-Nya dalam Adorasi Ekaristi Abadi. Di sana kita belajar setia pada hal-hal kecil hingga kita pun akan dipercaya pada hal-hal yang lebih besar lagi.

Tuhan Yesus Kristus, hanya Engkaulah yang dapat memuaskan kami dan menganugerahi kami kemurahan hati dan kami pun boleh bermurah hati. Bahkan Engkau rela mati untuk membebaskan kami dan bangkit untuk menghidupkan kami secara berlimpah. Penuhilah hati kami dengan semangat kemurahan hati dan sukacita dalam berbagi kini dan selamanya. Amin.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.