Rasa Terima Kasih dan Syukur

Rabu, 11 November 2015
PW St. Martinus dr Tours
Keb. 6:1-11; Mzm. 82:3-4,6-7; Luk. 17:11-19

“Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.”

INJIL hari ini mewartakan dan mencatat perjumpaan dan kebersamaan yang tak biasa antara dua suku bangsa yang selama berabad-abad tercerai. Orang Yahudi dan orang Samaria tidak pernah mau saling bergaul meski Samaria berada di bagian pusat Yudea. Keduanya saling menyerang secara terbuka bila saling berjumpa.

Namun dalam Injil hari ini kita baca satu kekecualian yang langka. Seorang Samaria yang sakit kusta bergabung dengan sembilan orang Yahudi lainnya juga penderita sakit kusta. Saat mereka melihat Yesus, mereka berseru meminta kepada Yesus. Mereka tidak minta kesembuhan melainkan kerahiman.

Apa makna dari kisah ini bagi kita? Mengapa mereka minta kerahiman dan bukan kesembuhan? Tentu saja, mereka tahu bahwa mereka butuh kesembuhan, namun tak hanya secara fisik melainkan juga secara rohani. Mereka mendekati Yesus dengan iman. Mereka percaya  bahwa Yesus dapat membebaskan beban penderitaan mereka. Yesus dapat memulihkan badan dan jiwa mereka. Permohonan kerahiman mencakup permohonan ampun dan pembebasan dari derita. Yesus menyatakan belas kasih kerahiman kepada semua yang mohon dengan iman dan kesungguhan.

Orang Samarialah satu-satunya yang datang untuk berterima kasih dan mengucap syukur serta memuliakan Allah atas kesembuhan yang diberikan Yesus. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita pun mengucap syukur dan memuliakan Allah atas pertolongan dan kerahiman berlimpah bagi kita. Kita juga berdoa dan mohon agar kita penuh syukur, baik dan berbelas kasih kepada sesama saat mereka membutuhkan pertolongan kita.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami tidak pernah gagal untuk mengenali kasih kebaikan dan kerahiman-Mu. Penuhilah hati kami dengan belarasa dan syukur. Bebaskan kami dari ketidakpuasan dan ketidaktahuan rasa terima kasih. Bantulah kami untuk selalu bersyukur atas segala berkat-Mu kini dan selamanya. Amin.

Sumber : www.sesawi.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.